Lastboy

Anak laki-laki terakhir, suka wisata, dan kuliner

3 Langkah Menyusun Script Siaran Radio Sederhana

Script siaran digunakan untuk mempermudah penyiar radio dalam membawakan program radio. Biasanya script tersebut dibuat oleh produser berdasarkan tema yang sudah ditentukan. Permasalahannya adalah banyak penyiar radio yang membuat script siaran terlalu panjang atau tidak fokus, sehingga script tersebut tidak bisa digunakan karena terlalu sulit dibaca. Berikut adalah 3 langkah menyusun script siaran radio sederhana

  • Tentukan Tema

Dengan menentukan tema terlebih dahulu Anda dapat dengan mudah menyusun hal-hal apa saja yang akan ditulis pada script siaran radio. Penyusunan tema juga dapat membuat script siaran radio lebih fokus, sehingga konten siaran Anda lebih berisi dan mudah dimengerti oleh pendengar.

  • Susun Format Script Siaran

Setelah tema siaran sudah Anda tentukan, langkah selanjutnya adalah menyusun format script radio yang akan dibuat. Format script siaran radio terkadang bisa berbeda dengan penyiar satu dengan yang lainnya, karena penyusunannya tergantung pada kebutuhan penyiar itu sendiri. Namun secara umum format script siaran radio terdiri dari:

  • Nama program radio
  • Judul script siaran
  • Nama penyiar yang bertugas
  • Durasi siaran

Susunan format tersebut dapat membuat script siaran radio Anda lebih mudah dibaca dan dimengerti.

  • Jangan Sepele dengan Tanda Baca

Ketika semuanya sudah terlihat rapi Anda tidak boleh lengah dengan tanda baca yang terdapat pada script siaran radio. Meskipun ketika siaran kita tidak diperkenankan untuk terlihat seperti membaca, ada kalanya kita akan membaca script siaran untuk melacak informasi mana saja yang terlupa untuk disampaikan. Penempatan tanda baca yang baik dapat membantu Anda untuk mengerti kapan harus jeda atau berhenti ketika membaca script siaran radio. Supaya terlihat lebih jelas, tanda baca biasanya dibuat dalam bentuk “//” untuk berhenti dan “/” untuk jeda.

Itulah 3 langkah sederhana dalam membuat script siaran radio. Anda bisa mengembangkannya lagi sesuai dengan kebutuhan siaran. Misalnya saja membagi script siaran berdasarkan kuadran waktu, menambahkan keterangan durasi baca, memberi tanda untuk jeda lagu dan sebagainya. Semakin detil Anda menyusun script siaran radio, akan semakin mudah dalam menggunakannya.

Danau Asmara yang sunyi dan tenang (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Danau Asmara, Pesona Tersembunyi di Desa Waibao

Seusai menghadiri pelepasan pebalap Tour de Flores 2016 di Larantuka, rasanya tidak afdol bila sudah jauh-jauh ke Nusa Tenggara Timur tidak menikmati wisata alamnya. Ketika itu saya dan rombongan berencana menuju Danau Asmara yang terletak di Kecamatan Tanjung Bunga, Desa Waibao. Jaraknya sekitar 40 kilometer dari Larantuka. Meski jauh dari ibukota Kabupaten Flores Timur, Danau Asmara terkenal dengan pemandangan alam yang cantik, tapi sayangnya masih jarang dikunjungi oleh wisatawan. Bahkan bila kita mencarinya di media online masih sedikit cerita wisata yang bisa didapatkan. Maka dari itu kami memutuskan menuju Danau Asmara untuk melihat seberapa besar potensi danau ini menjadi tempat wisata yang bernilai ekonomi.

Perjalanan dari Larantuka awalnya biasa-biasa saja, namun ketika memasuki desa jalan-jalan rusak mulai menghadang mobil kami. Di pedesaan jalanan masih berupa tanah dan berbatu, tak jarang lubang yang menganga memaksa mobil kami untuk berjalan lebih pelan agar tetap stabil. Sepanjang jalan menuju danau hati saya sempat teriris, saya melihat para penduduk setempat berjalan kaki menenteng kayu bakar dan jerigen air. Kabarnya daerah sini sangat susah untuk memperoleh air bersih, darimana mereka mendapatnya saya tidak tahu, karena mobil kami masih terus berjalan. Terkadang saya juga melihat anak-anak dan orang tua paruh baya berjalan kaki mengangkat kayu bakar.

Kondisi jalan yang berbatu menuju Danau Asmara (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Kondisi jalan yang berbatu menuju Danau Asmara (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Rumah-rumah di sepanjang jalan juga hanya berdinding bambu dengan atap daun-daun kering yang disusun rapat. Tidak ada saluran listrik di sini. Hanya saja ada beberapa rumah yang memiliki panel surya kecil di atapnya, mungkin itu hanya cukup untuk menyalakan lampu di malam hari. Lampu jalan pun saya tidak melihatnya, tidak terbayang bagaimana suasana desa ini ketika malam tiba.

Setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Larantuka, akhirnya saya dan rombongan sampai di lokasi Danau Asmara. Untuk menuju danau saya harus menuruni jalan setapak yang lumayan curam. Kondisi jalan yang berbatu dan diapit oleh semak belukar membuat saya sulit untuk bergerak cepat, salah langkah bisa terpeleset. Banyaknya tumbuhan di area danau juga membuat suasana terasa sangat lembab, jalanan berbatu yang ditumbuhi lumut menjadi licin untuk ditapaki.

Menuruni jalan setapak dengan dikelilingi semak-semak dan pepohonan (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Menuruni jalan setapak dengan dikelilingi semak-semak dan pepohonan (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Perjuangan yang melelahkan untuk menuruni jalan setapak ternyata membuahkan hasil, di depan saya akhirnya terpampang Danau Asmara yang dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun. Tak ada suara apa pun selain daun yang gemerisik ditiup angin, danau ini benar-benar sunyi. Airnya yang tenang dan berkilau membuat danau ini semakin cantik, seperti gadis pendiam yang anggun.

Danau Asmara yang sunyi dan tenang (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Danau Asmara yang sunyi dan tenang (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Berdasarkan literatur yang saya baca, nama danau ini awal mulanya bukan bernama Danau Asmara, melainkan Waibelen. Kata “Wai” artinya “air” dan “Belen” artinya “Besar”, bila diterjemahkan menjadi “air yang besar”. Nama Danau Asmara mulai muncul kira-kira pada tahun 1974, sesuai dengan namanya ada kisah asmara dibalik pemberian nama ini. Ketika itu ada sepasang kekasih yang memiliki pertalian keluarga nekat meneruskan hubungan tersebut. Karena tak mau dilarang, mereka akhirnya menenggelamkan diri ke tengah danau dengan tangan terikat. Jadilah penduduk setempat menamainya dengan Danau Asmara.

Menikmati keindahan hayati di sekitar Danau Asmara (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Menikmati keindahan hayati di sekitar Danau Asmara (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Untuk melihat Danau Asmara saya hanya berpijak pada tanah yang dialasi rerumputan. Berdiam diri sejenak untuk menikmati pemandangan, sambil merasakan semilir angin yang mengusap peluh. Suasana danau yang sunyi membuat hati saya merasa tenang dan tentram. Pepohonan hijau yang mengelilingi danau juga menambah nuansa sejuk.

Namun sayang, danau seindah ini belum ada tempat khusus bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan dan beristirahat. Saya misalnya, harus berdiri beralaskan tanah yang sempit dan dikelilingi oleh semak belukar. Sehingga bila ingin menikmati keindahan danau, harus saling bergantian agar tidak terlalu dekat dengan air danau. Karena kita tidak tahu seberapa dalam danau itu dan bagaimana struktur tanah di dalamnya.

Semak-semak di sekeliling saya (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Semak-semak di sekeliling saya (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Saya harap pemerintah dapat mengembangkan Danau Asmara sebagai tempat wisata. Karena saya melihat danau ini memiliki potensi untuk menjadi tempat wisata yang besar, dengan keindahan alam dan unsur hayatinya. Mungkin pemerintah bisa memulai dengan memperbaiki jalan raya menuju danau, memasukkan listrik, dan membuat saluran air bersih ke desa-desa. Wilayah sekitar danau juga perlu dikembangkan dengan membangun fasilitas untuk wisatawan seperti penginapan, toilet umum, sarana transportasi yang memadai, dan yang lainnya.

Masih banyak memang yang perlu dikerjakan, tapi bila pemerintah berhasil mengembangkan Danau Asmara sebagai tempat wisata dan gencar melakukan promosi, akan banyak orang yang berkunjung ke Danau Asmara. Dan secara perlahan desa-desa di sekitar danau akan mengalami peningkatan ekonomi. Rakyat menjadi sejahtera dan dapat hidup dengan makmur.

Mini Album Breaking Ice In Britain Mengusung Tema Eclectic

Band Indie asal Depok “Breaking Ice In Britain” akhirnya membocorkan sedikit perihal mini album mereka. Rencananya mini album Breaking Ice In Britain akan mengusung tema “Eclectic”. Dengan tema tersebut, mereka berharap lagu-lagu yang dibawakan dapat mewakili semua perasaan pendengar. Breaking Ice In Britain merupakan band Indie asal Depok yang mengusung genre Rock/Post-Hardcore. Band yang dibentuk sejak 2011 ini digawangi oleh Ardhie (Gitar), Agus (Bass), Haikal (Gitar), dan Bayu (Drum).

Electic, tema mini album Breaking Ice In Britain

Eclectic, tema mini album Breaking Ice In Britain

Selain lagu ciptaan sendiri, Breaking Ice In Britain juga akan menyisipkan satu buah cover dari Kelly Clarkson. Berdasarkan keterangan di website mereka, mini album Breaking Ice In Britain rencananya akan rilis pada bulan Juni 2016. Berikut adalah daftar lagu di mini album mereka yang saya kutip dari www.breakingiceinbritain.wix.com/band :

  • Intro
  • Holding on to Memories
  • If You Need Me, You Know the Place Where I’ll be (feat. Hedi of @saksihidupgrind)
  • What Can Kill Me Makes Me Stronger
  • Better off This Way
  • Darkside (Kelly Clarkson Cover)

Untuk lagu dengan judul What Can Kill Me Makes Me Stronger, mereka sudah menampilkannya di website untuk versi yang lama, dan akan di aransemen kembali untuk mini album Eclectic. Sebagai informasi, lagu tersebut merupakan single pertama mereka di dunia musik.

Bila Anda ingin mengikuti perkembangan mini album Breaking Ice In Britain, silahkan kunjungi twitter @breakiceinbritain dan Facebook fanpage www.facebook.com/breakingiceinbritain. Sedangkan untuk melihat peringkat Breaking Ice In Britain di dunia band Indie, pembaca bisa mengunjungi akun Reverbnation mereka di www.reverbnation.com/breakingiceinbritain.

Andai Jadi Presiden, Saya Akan Lakukan 3 Hal Sederhana Ini

Presiden Joko Widodo berpidato di depan puluhan blogger Kompasiana (Dokumentasi Setneg RI)

Presiden Joko Widodo berpidato di depan puluhan blogger Kompasiana (Dokumentasi Setneg RI)

Bermimpi itu gratis, bahkan bisa menjadi acuan kita dalam mencapai sesuatu. Seorang perenang putra AS yang pernah meraih rekor medali terbanyak, Michael Phelps, mengatakan “Semakin Tinggi Mimpi yang Kamu Punya, Semakin Besar Pencapaian yang Akan Kamu Dapat”. Lalu apa mimpi saya? Menjadi Presiden! Mungkin terlihat mengada-ada, tapi kembali lagi, tak ada yang salah dengan bermimpi. Bahkan saya sudah merancang hal-hal apa saja yang akan saya lakukan bila diberi kesempatan menjadi Presiden Indonesia.

Andai jadi Presiden, saya akan lakukan 3 hal sederhana ini untuk Indonesia. Meski sederhana, saya harap ide ini dapat membuat Indonesia lebih baik

Berkirim Pesan untuk Seluruh Anak Indonesia yang Menerima Beasiswa di Luar Negeri

Pemerintah Indonesia sangat mendukung para pelajar Indonesia yang ingin belajar di luar negeri. Tahun 2016 ini misalnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan 5.000 penerima (awardee) beasiswa untuk anak Indonesia yang ingin melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri. Tujuannya baik, yaitu meningkatkan SDM yang dimiliki Indonesia.

Tapi bila hanya sekedar mengirimkan ke luar negeri dan berharap berkontribusi bagi negara, saya rasa masih kurang. Pemerintah harus terus menjalin relasi dengan mereka yang belajar di luar negeri, supaya program beasiswa ini tidak sekedar menjadi ajang balas budi bagi negara ketika mereka sudah kembali ke tanah air.

Andai jadi Presiden saya akan membuat surat secara personal untuk para pelajar yang sekolah di Luar Negeri. Isinya sederhana saja, seperti menanyakan kabar mereka, hal-hal apa saja yang sudah dipelajari, kendala apa yang terjadi di sana, apa yang pemerintah bisa bantu kembali dan memberikan harapan kepada mereka untuk selalu ingat dengan tanah air

Bertemu dengan Pengembang Startup Lokal di Istana

Bila saya menjadi Presiden, saya akan mengadakan pertemuan dengan para pengembang startup berbasis teknologi di istana negara. Karena saya yakin bahwa bisnis berbasis teknologi bisa membantu Indonesia dalam meningkatkan pendapatan nasional.

Dalam pertemuan tersebut saya juga akan mengundang Badan Ekonomi Kreatif untuk duduk bersama dengan mereka, membicarakan hal-hal apa saja yang menjadi kendala bagi pengembang start-up di Indonesia. Bila kendalanya adalah soal dana dan penyediaan infrastruktur, saya akan merancang budget pada hari itu juga bila memungkinkan, terlepas seberapa lama birokrasi bisa mewujudkannya. Hadirnya Presiden di tengah-tengah mereka adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk mendukung perkembangan startup lokal.

Bila semakin banyak startup Indonesia yang tumbuh dengan sukses, maka akan membuka lowongan pekerjaan yang luas bagi masyarakat. Contoh startup lokal yang sukses adalah Gojek, perusahaan aplikasi pemesanan jasa ojek yang saat ini sudah memiliki lebih dari 10.000 driver Gojek yang tersebar di Jakarta dan daerah lainnya.

Membuat Kampanye Digital di Media Sosial tentang Cyberbully

Sebagai presiden saya tidak ingin generasi muda penerus bangsa menjadi rusak sia-sia hanya karena menjadi korban olok-olok di dunia maya atau cyberbully. Karena berdasarkan penelitian yang dilakukan UNICEF tahun 2014 dengan 400 responden di 17 provinsi, ditemukan 58 persen anak masih belum paham dengan masalah cyber bullying. Mereka masih belum menyadari resiko-resiko yang terjadi bila diantara mereka ditindas di dunia maya.

Di Indonesia sendiri, kasus cyberbullying yang berujung kematian pernah terjadi pada 26 Mei 2013. Kejadian tersebut menimpa  Yoga Cahyadi, pria asal Yogyakarta, yang melakukan bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke kereta api yang melintas. Yoga tidak tahan dengan tekanan dan hujatan yang dilakukan oleh teman-temannya karena dianggap gagal sebagai penyelenggara sebuah acara hiburan.

Andai jadi Presiden Indonesia, saya membuat kampanye digital di media sosial tentang bahaya cyberbully. Dengan kemudahan konten yang bisa dibagikan di jejaring pertemanan, kampanye tersebut diharapkan dapat diterima oleh khalayak, baik oleh orang dewasa atau anak-anak.

Membuat kampanye digital saya rasa tidak membutuhkan waktu yang lama, saya sebagai Presiden bisa saja mengundang anak muda kreatif untuk membuat konten digital supaya lebih cepat terlaksana. Karena konten di media sosial sangat mudah ditangkap dalam bentuk visual, maka saya akan membuatnya  dalam bentuk video pendek atau poster.

Pesan yang akan saya sampaikan pada konten digital tersebut tentu saja tentang bahaya cyberbully bagi anak-anak dan konsekuensi yang akan diterima bila menjadi pelaku cyberbully, yaitu bisa dijerat dengan UU ITE pasal 27 ayat (3) tentang penghinaan dan pencemaran nama baik. Semoga dengan adanya kampanye ini tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang menjadi korban cyberbully. Melindungi generasi muda dari hal-hal buruk, berarti menyiapkan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik di masa depan.

Page 1 of 15

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén