Menjadi seorang humas yang handal harus memiliki ide-ide baru agar citra perusahaan dapat berkembang mengikuti jaman, keterampilan harus terus diperbarui dan tidak lagi mengandalkan kemampuan menulis press release atau menjalin hubungan baik dengan media massa semata. Seorang humas perlu jeli mengambil peluang dalam setiap perubahan di masyarakat, misalnya saja dengan perkembangan pengguna internet yang semakin meningkat di Indonesia.

Tahun 2014 APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) mencatat pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta. Naik enam persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 71, 2 juta pengguna. Lonjakan ini terjadi karena perangkat untuk mengakses internet semakin mudah di dapat, misalnya saja harga smartphone yang semakin murah dan bersaing di pasaran. Tahun 2014 pengguna internet melalui perangkat selular meroket cepat menjadi 85 persen dibanding tahun lalu yang hanya menginjak 65 persen. (Sumber: Kompas.com, http://goo.gl/EHUC48)

Dari sini dapat terlihat bahwa masyarakat Indonesia yang terhubung dengan internet mengalami peningkatan, dan tentunya juga mengubah perilaku masyarakat dalam menerima dan mencari informasi. Perubahan tersebut membuka peluang baru bagi seorang humas untuk merancang strategi kehumasan di era yang serba online. Lalu keterampilan apa saja yang diperlukan? Berikut saya rangkum 4 keterampilan humas di era internet.

  • Mampu Mengelola Media Sosial

Humas di era internet harus mampu mengelola media sosial secara efektif, misalnya saja mengelola akun untuk social media campaign, sarana untuk menyampaikan keluhan, atau sekedar tempat publikasi. Dan jangan lupa, karena ciri khas media sosial adalah mampu menjalin komunikasi interpersonal, tak ada salahnya untuk membuat status atau cuitan untuk menyapa stakeholder Anda. Kedekatan yang hangat dengan stakeholder akan membawa dampak positif bagi citra perusahaan Anda.

Media sosial juga mampu menghemat waktu yang dimiliki seorang humas, dalam hal publikasi misalnya, di media sosial para pengguna bisa membagikan apa yang mereka lihat kepada follower atau pertemanan, hal itu menyebabkan audiens yang tidak terkait dengan akun perusahaan juga dapat menerima informasi yang dibagikan. Selain itu karakteristik media sosial yang mampu melakukan komunikasi dua arah juga memungkinkan stakeholder dan humas dapat saling memberi respon dengan cepat.

  • Kemampuan SEO

Di Internet semua orang bisa mencari banyak hal, termasuk tentang perusahaan Anda. Sekedar memiliki website dengan desain premium tidaklah cukup untuk membuat perusahaan Anda dikenal dengan baik. Untuk muncul di peringkat atas google, Anda harus memiliki konten yang berkualitas, relevan, dan mendapatkan link dari situs-situs besar. Selain itu konten menarik yang ditargetkan untuk audiens tidak hanya meningkatkan citra, tapi juga menginspirasi orang untuk berbagi akan apa yang mereka lihat di internet.

Semua itu bisa didapat dengan menerapkan SEO (Search Engine Optimization). Salah satu cara sederhana dalam menerapkannya adalah membuat konten dengan kata kunci tertentu, sehingga masyarakat bisa menemukan Anda di internet. Jika sudah matang dalam mempelajari hal tersebut, Anda akan mendapatkan publikasi besar dan citra positif di dunia maya.

  • Mampu Melakukan Analitik Website dan Media Sosial

Semakin banyak Anda menerapkan strategi kehumasan di Internet, maka Anda akan dihadapkan dengan audiens yang tidak terbatas. Maka hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menganalisis data tersebut untuk mengetahui perilaku, keterlibatan audiens dalam menggunakan media sosial, konten apa saja yang paling banyak dicari, dan karakter audiens.

Dalam melakukan analisis data tersebut seorang humas harus familiar dengan berbagai software analytic, baik itu yang bersifat gratis atau berbayar. Bila Anda sudah menemukan data yang diinginkan, Anda dapat dengan mudah menyusun strategi social media campaign atau kegiatan lain dengan internet.

  • Gaul dengan Blogger

Di era internet seorang humas perlu memiliki keterampilan baru, yaitu blogger relations. Ingatlah bahwa saat ini blogger di Indonesia mengalami peningkatan, tercatat pada 2008 jumlah blogger Indonesia hanya berjumlah 500 ribu blogger aktif, dan pada akhir 2011 jumlahnya meroket hingga 5 juta blogger aktif. (Sumber: Tempo, http://goo.gl/rH0MTi)

Peningkatan jumlah blogger ini bisa jadi peluang untuk strategi kehumasan di era internet, misalnya saja dengan menjalin hubungan baik dengan para blogger dapat bermanfaat untuk meningkatkan SERP (Search Engine Result Page) dari kata kunci yang Anda buat. Salah satu strategi yang biasa dilakukan adalah mengadakan lomba SEO blog dengan kata kunci yang sudah ditetapkan oleh perusahaan, biasanya kata kunci yang dipilih adalah kalimat yang membentuk citra potif.

Namun bila Anda mampu membina hubungan dengan blogger sangat baik, terkadang mereka juga rela memberikan ulasan gratis untuk para pembaca blog mereka sendiri, dan Anda tidak perlu lagi untuk repot-repot spamming komentar atau mengeluarkan usaha lebih untuk mendapatkan backlink dan SERP. (Lastboy Tahara S)