Lastboy

Anak laki-laki terakhir, suka wisata, dan kuliner

Berkat Teknologi Fracking, Amerika Menjadi Produsen Minyak Terbesar di Dunia

Pada hari Selasa, 16 Juni 2015 saya tertarik dengan salah satu postingan facebook VOA Indonesia yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat menjadi produsen minyak terbesar di dunia, berdasarkan laporan dari BP Energy Company. Postingan tersebut menampilkan video berdurasi 2 menit 7 detik dengan narasumber BP Energy dan Ekonom BP Spencer Dale.

Ekonom BP, Spencer Dale

Ekonom BP, Spencer Dale

Hal menarik yang bisa dibahas adalah bagaimana negara tersebut bisa memproduksi minyak sebanyak itu? Bahkan mampu menggeser posisi Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia. Minyak bumi adalah sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui, adalah hal yang sulit diterima bila Amerika tiba-tiba saja dapat meningkatkan produksi minyaknya.

Ternyata setelah dibahas lebih lanjut di video tersebut, Amerika Serkat mampu menjadi jawara di rantai produksi minyak dunia karena mereka meningkatkan operasi pengeboran sumur. Spencer Dale mengungkapkan bahwa puncak naiknya produksi minyak terjadi pada tahun lalu, lebih dari 1800 anjungan beroperasi di sector minyak dan gas AS, mengebor sekitar 40 ribu sumur baru. Amerika memang tidak main-main dalam hal urusan tambang, lihat saja jumlah sumur baru yang mereka bor, 40 ribu sumur!

Ilustrasi Sumur Minyak dari BP Energy

Ilustrasi Sumur Minyak dari BP Energy

Akibat pengeboran sumur baru itu Amerika berhasil meningkatkan produksi minyak AS menjadi  11,6 juta barel per hari, naik  sekitar 16% dibanding tahun lalu. Dibalik kesuksesan peningkatan produksi minyak tersebut Amerika ternyata telah menggunakan teknologi baru, yaitu fracking. Dengan meluasnya penggunaan teknologi fracking di Amerika maka perusahaan tambang dapat menyedot lebih banyak produk minyak dari lapisan shale yang dulu sulit dijangkau. Spencer juga mengatakan bahwa teknologi ini menunjukkan  pergeseran besar dalam produksi energy.

Tapi teknologi fracking masih kontroversial di Amerika, menurut lembaga pemerhati lingkungan, peningkatan produksi berarti resiko yang lebih besar bagi pantai seperti di California yang pernah terkena dampak pecahnya pipa yang menumpahkan lebih dari 100 ribu gallon minyak mentah. Jangankan di Amerika, di seluruh negara mana pun peningkatan produksi bahan tambang selalu mengancam lingkungan, mulai dari human error atau ketidakmampuan perusahaan dalam mengawasi peningkatan produksi. Jerman adalah salah satu Negara yang memperdebatkan tentang penggunaan fracking karena khawatir terjadi pencemaran lingkungan. Salah satu alasannya adalah bahan kimia yang digunakan beracun dan bisa mencemari sumber air minum.

Kembali lagi pada naiknya kapasitas produksi minyak bumi di amerika. Dengan kesuksesan tersebut bukan tidak mungkin bahwa Amerika nantinya tidak lagi bergantung pada impor minyak asing. Sekaligus menampik kabar miring adanya impor minyak dari Negara-negara timur tengah secara sembunyi-sembunyi untuk kepentingan politik tertentu di Amerika. Jawabannya sudah jelas, suksesnya produksi minyak bumi di Amerika dikarenakan pengeboran sumur baru dan penggunaan teknologi baru.

Komitmen Mengurangi Konsumsi Minyak Bumi

Komitmen Mengurangi Konsumsi Minyak Bumi

Ada satu hal yang membuat saya salut kepada Amerika dalam peningkatan produksi minyak ini, di akhir tayangan, dewan pertahanan sumber daya alam mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam kesuksesan pengeboran ini ”bukanlah untuk memproduksi lebih banyak minyak tapi untuk mengurangi penggunaan minyak.” Tujuan mereka untuk meningkatkan produksi minyak memang tercapai, tetapi stabilitas Negara adalah yang terpenting. Dalam akhir video tersebut BP Energy juga melaporkan bahwa sektor manufakturlah yang menarik manfaat dari rendahnya harga minyak dan meningkatnya stabilitas.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan video tentang peningkatan produksi minyak amerika yang sudah saya bahas di atas, silahkan kunjungi fan page VOA Indonesia atau youtube mereka dengan link berikut https://youtu.be/Ne9Q6o9a4Sw. Terima kasih sudah membaca.

 

Previous

Menikmati Serabi Cepu yang Legit dan Gurih

Next

4 Keterampilan Wajib Bagi Praktisi Humas di Era Internet

3 Comments

  1. eka fikry

    wow, Amerika memang negara yang terus menggeliat ya…Arab Saudi saja mampu disaingi.. Kita mampu gak ya menyaingi mereka..? hehehe

  2. cputriarty

    itulah melihat sisi positifnya knapa kemajuan ekonomi di luar negeri lebih pesat ketimbang negara kita…hiks

  3. jodi

    Fracking teknologi merusak lingkungan kr menggunakan zat kimia yg banyak.

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén