Lastboy

Anak laki-laki terakhir, suka wisata, dan kuliner

Benarkah Micin Berbahaya bagi Otak? Begini Penjelasan Dokter

Akhir-akhir ini di media sosial populer istilah “Generasi Micin” bagi netizen yang dianggap tidak paham pada topik yang sedang dibahas atau berperilaku aneh. Istilah “Generasi Micin” merujuk pada seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi micin atau monosodium glutamate (MSG) sehingga kemampuan kognitif mereka berkurang atau lemot. Tak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini di internet, namun benarkah menurut medis bahwa micin dapat menyebabkan gangguan pada otak?

MSG merupakan garam natrium dari asam glutamate, asam amino yang terbentuk secara alami. MSG memiliki rasa yang unik, dikenal dengan nama rasa umami. Dengan takaran yang pas MSG dapat menyempurkanakan rasa masakan sehingga lebih nikmat dan gurih. Pada zaman modern ini, hampir tak ada masakan yang tak menggunakan MSG, terutama masakan khas Asia.

Mie Goreng, jenis masakan khas Asia yang terkadang menggunakan micin atau MSG (Foto: www.lastboytahara.com)

Meski dikenal sebagai penyedap rasa yang jagoan, benarkah rasanya yang bikin nagih berbahaya bagi otak?

Pertanyaan ini sebenarnya bukan hal baru. Hal ini sudah pernah dibahas oleh dr. Ivena di situs hellosehat.com dengan judul “Benarkah Penyedap Rasa (MSG) Bisa Bikin Otak Jadi ‘Lemot’?”. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa terlalu banyak glutamate dapat membahayakan hipotlamus, bagian saraf otak yang bertugas menerima rangsangan. Bila hipotlamus terlalu sering terstimulasi karena kadar glutamate yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan kematian neuron atau sel-sel saraf di otak. Matinya neuron dapat menyebabkan menurunnya fungsi kognitif otak alias “lemot”, sebab neuron lah yang bertugas menjalankan fungsi kognitif pada otak.

“Glutamat dalam penyedap rasa punya banyak reseptor yang ada di hipotalamus. Karena itu, efek kebanyakan glutamat di otak bisa membahayakan. Reseptor-reseptor dalam otak jadi terstimulasi (terangsang) secara berlebihan akibat kadar glutamat yang tinggi. Bila terus-terusan terjadi, alhasil aktivitas reseptor yang berlebihan malah bisa sebabkan kematian neuron. Neuron sendiri adalah sel-sel saraf di otak,” terang dr. Ivena pada artikelnya.

Bila dibaca kembali dari awal, MSG dapat menjadi berbahaya bagi otak bila dikonsumsi secara berlebihan. MSG dapat membahayakan saraf ketika dikonsumsi 6-30 kali lebih banyak dari dosis seharusnya. Menurut otoritas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), rata-rata penggunaan MSG dalam makanan adalah 0,55 gram dalam satu hari.

Selain batasan dosis, FDA saat ini juga masih mengkategorikan MSG sebagai GRAS (Generally Recognised As Safe) atau umumnya diakui aman. Namun apabila ragu menggunakan MSG sebagai penyedap rasa dengan alasan keamanan, masyarakat dapat menggunakan bahan-bahan alami sebagai penyedap rasa seperti rempah-rempah. Terlebih lagi di Indonesia, ada begitu banyak tanaman dan rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai bumbu masakan yang tak kalah sedap.

Previous

Viral Dikabarkan Tutup, Ternyata Pabrik Kopi Liong Bulan Masih Beroperasi

1 Comment

  1. Hastira

    memang aman ya asal sesuai dosisi saja, karena yang berlebihan itu yang berbahaya. Tuh spt mamang bakso yang jualannya keliling itu suka ngasih metsinnya banyak banget

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén