Lastboy

Anak laki-laki terakhir, suka wisata, dan kuliner

Category: Culinary (Page 1 of 7)

Benarkah Micin Berbahaya bagi Otak? Begini Penjelasan Dokter

Akhir-akhir ini di media sosial populer istilah “Generasi Micin” bagi netizen yang dianggap tidak paham pada topik yang sedang dibahas atau berperilaku aneh. Istilah “Generasi Micin” merujuk pada seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi micin atau monosodium glutamate (MSG) sehingga kemampuan kognitif mereka berkurang atau lemot. Tak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini di internet, namun benarkah menurut medis bahwa micin dapat menyebabkan gangguan pada otak?

MSG merupakan garam natrium dari asam glutamate, asam amino yang terbentuk secara alami. MSG memiliki rasa yang unik, dikenal dengan nama rasa umami. Dengan takaran yang pas MSG dapat menyempurkanakan rasa masakan sehingga lebih nikmat dan gurih. Pada zaman modern ini, hampir tak ada masakan yang tak menggunakan MSG, terutama masakan khas Asia.

Mie Goreng, jenis masakan khas Asia yang terkadang menggunakan micin atau MSG (Foto: www.lastboytahara.com)

Meski dikenal sebagai penyedap rasa yang jagoan, benarkah rasanya yang bikin nagih berbahaya bagi otak?

Pertanyaan ini sebenarnya bukan hal baru. Hal ini sudah pernah dibahas oleh dr. Ivena di situs hellosehat.com dengan judul “Benarkah Penyedap Rasa (MSG) Bisa Bikin Otak Jadi ‘Lemot’?”. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa terlalu banyak glutamate dapat membahayakan hipotlamus, bagian saraf otak yang bertugas menerima rangsangan. Bila hipotlamus terlalu sering terstimulasi karena kadar glutamate yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan kematian neuron atau sel-sel saraf di otak. Matinya neuron dapat menyebabkan menurunnya fungsi kognitif otak alias “lemot”, sebab neuron lah yang bertugas menjalankan fungsi kognitif pada otak.

“Glutamat dalam penyedap rasa punya banyak reseptor yang ada di hipotalamus. Karena itu, efek kebanyakan glutamat di otak bisa membahayakan. Reseptor-reseptor dalam otak jadi terstimulasi (terangsang) secara berlebihan akibat kadar glutamat yang tinggi. Bila terus-terusan terjadi, alhasil aktivitas reseptor yang berlebihan malah bisa sebabkan kematian neuron. Neuron sendiri adalah sel-sel saraf di otak,” terang dr. Ivena pada artikelnya.

Bila dibaca kembali dari awal, MSG dapat menjadi berbahaya bagi otak bila dikonsumsi secara berlebihan. MSG dapat membahayakan saraf ketika dikonsumsi 6-30 kali lebih banyak dari dosis seharusnya. Menurut otoritas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), rata-rata penggunaan MSG dalam makanan adalah 0,55 gram dalam satu hari.

Selain batasan dosis, FDA saat ini juga masih mengkategorikan MSG sebagai GRAS (Generally Recognised As Safe) atau umumnya diakui aman. Namun apabila ragu menggunakan MSG sebagai penyedap rasa dengan alasan keamanan, masyarakat dapat menggunakan bahan-bahan alami sebagai penyedap rasa seperti rempah-rempah. Terlebih lagi di Indonesia, ada begitu banyak tanaman dan rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai bumbu masakan yang tak kalah sedap.

Viral Dikabarkan Tutup, Ternyata Pabrik Kopi Liong Bulan Masih Beroperasi

Kopi Liong Bulan (Foto: Lastboy Tahara S)

Para pecinta kopi sempat dibuat heboh soal tutupnya pabrik Kopi Liong Bulan, kopi khas Bogor. Kabar ini berawal dari unggahan foto toko Kopi Liong Bulan di daerah Pasar Anyar, Bogor, dengan sebuah pengumuman di pagar bertuliskan: “’Pengumuman Mulai 8 Nov 2017 Kopi Liong Bulan Tutup, Udahan”. Sontak para pecinta kopi pun heboh dan menyayangkan tutupnya pabrik tersebut. Unggahan foto tersebut kemudian dibagikan ramai-ramai di media sosial tanpa menunggu konfirmasi. Terlanjur viral, ternyata kabar tersebut tidak benar.

Pabrik Kopi Liong Bulan ternyata masih beroperasi seperti biasa. Hal tersebut dikonfirmasi oleh salah satu anak pemilik pabrik Kopi Liong Bulan, Sherly Fausta melalui akun Facebook di kolom komentar akun Facebook Pojok Bogor. Ia juga menambahkan bahwa unggahan foto pabrik kopi yang terlanjur viral di media sosial sebenarnya hanyalah salah satu agen Kopi Liong Bulan yang tutup. Ia juga menjamin bahwa stok kopi masih banyak, dan warga tidak perlu khawatir hingga memborong kopi karena takut kehabisan. Untuk sekadar diketahui, pusat pabrik Kopi Liong Bulan sebenarnya terletak di kawasan Nanggewer, Bogor.

Anak penerus pemilik pabrik Kopi Liong Bulan memberikan klarifikasi bahwa pabrik masih beroperasi secara normal. (Foto: Screenshot Facebook Pojok Bogor)

Berakhirnya rumor soal pabrik Kopi Liong Bulan yang tutup akhirnya membuat hati para pecinta kopi khas Bogor ini terasa lega. Selain disukai karena rasanya, kopi ini juga memiliki cerita yang menarik, yaitu kopi yang eksis selama tujuh dekade sejak 1945 lalu. Sulit untuk menelusuri sejarah lebih lanjut perihal kopi khas Bogor tersebut, sebab belum banyak media arus utama yang mengulasnya. Hanya satu yang pasti, produk Kopi Liong Bulan didirikan oleh warga Bogor Linardi Jap (1916-2004).

Meski dikenal sebagai kopi khas Bogor, ini juga sampai ke cangkir-cangkir penggemar kopi di Ibu Kota. Ada dua versi yang dijual, kopi tanpa gula dibungkus plastik warna coklat dan kopi dengan gula dibungkus dengan plastik warna biru. Harga yang ditawarkan juga sangat murah, hanya Rp 500 hingga Rp 1.000 rupiah per sachet.

Tertarik untuk mencobanya? Kopi Liong Bulan sangat mudah ditemukan di warung-warung kopi di Bogor, tak jarang kopi ini akan menjadi yang ditawarkan pertama oleh penjual. Namun bila malas berpergian ke Bogor, kini Kopi Liong Bulan juga sudah bisa dipesan secara online di media sosial atau di situs jual beli online lokal.

 

Kue Pancong, Kudapan yang Gurih dan Mengenyangkan

Kue Pancong, kue tradisional yang menggunakan bahan baku utama santan dan garam. Rasanya gurih dan memiliki tekstur lembut di dalamnya. (Foto: Lastboy Tahara S)

Kue Pancong adalah kudapan favorit saya di pagi hari, karena porsinya yang kecil namun cukup mengenyangkan dan nikmat. Kue ini berbentuk setengah lingkaran dan berwarna kecoklatan. Terbuat dari santan dan menggunakan garam, rasanya amat gurih. Kue tradisional ini dapat dengan mudah ditemui di pulau Jawa. Konon kue pancong berasal dari Jakarta. Di beberapa daerah kue ini memiliki nama yang beragam, misalnya di Bandung disebut dengan bandros dan di Jawa Tengah disebut kue rangin.

Saat ini penjual kue pancong tradisional makin sulit ditemui karena tergeser dengan kudapan yang lebih modern. Dulu masih banyak penjual pancong berkeliling sambil berjalan kaki dan memanggul loyang, mereka hanya berhenti untuk memasak pancong bila ada yang memesan. Meski kian tergeser dari jalanan, kue pancong masih tetap eksis, sebab beberapa restaurant sudah mengadopsinya sebagai dessert. Bahkan di Jakarta, kue ini sudah dimodifikasi dalam bentuk yang lebih modern, misalnya dipadukan dengan es krim, karamel, selai, dan yang lainnya.

Meski kini memiliki banyak varian, saya tetap menyukai versi original alias tanpa dipadukan topping apapun. Bagian dalamnya masih berwarna putih dengan kulit berwarna kecoklatan. Bila baru matang, rasanya akan terasa sedikit krispi dan lembut di bagian dalam. Dari segi rasa, versi original didominasi rasa kelapa yang gurih. Bisa juga ditaburi sedikit gula pasir jika dirasa terlalu asin.

Untuk menikmati kue pancong original harganya masih sangat murah. Para penjaja tradisional biasanya masih menjual Rp 10.000 untuk satu porsi. Namun bila sudah masuk rumah makan modern atau restaurant, harganya akan sedikit lebih mahal, terlebih lagi bila menggunakan topping. Misalnya satu porsi kue pancong dengan taburan messes coklat, biasanya dihargai Rp 20.000 atau dengan es krim bisa mencapai Rp 30.000.

Mi Gomak, Mi Khas Batak yang Lembut dan Gurih

Mi Gomak goreng dengan potongan daging ayam dan baso (Foto: Lastboy Tahara S)

Mi Gomak merupakan mi khas Batak hampir tersaji di seluruh provinsi Sumatera Utara. Makanan ini sekilas mirip dengan spaghetti bila sudah masak, namun diameternya sedikit lebih besar. Mi Gomak memiliki tekstur kenyal, lembut, dan berwarna kuning. Masyakarat batak biasanya menyajikannya dengan direbus atau digoreng. Satu hal yang menjadi pembeda Mi Gomak dengan menu mi lain adalah menggunakan bumbu khas batak, andaliman.

Namun kini bila ingin menikmati Mi Gomak, kita tidak perlu jauh-jauh ke Sumatera Utara, sebab Mi Gomak sudah dapat dinikmati di berbagai rumah makan khas batak yang tersebar di berbagai daerah. Di Jakarta misalnya, karena banyak etnis batak yang sudah menetap, kita dapat dengan mudah menemukan Mi Gomak di rumah makan khas Batak. Pasar Senen adalah salah satu lokasi yang terkenal dengan kuliner khas Batak.

Di Pasar Senen kita juga dapat membeli Mi Gomak yang masih mentah atau berbentuk lidi, supaya dapat diolah sendiri di rumah. Supaya terasa otentik, kita juga dapat sekalian membeli bumbu andaliman di Pasar Senen. Sedangkan untuk bumbu dasar Mi Gomak terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai, kunyit, merica, dan lengkuas.

Cara memasak Mi Gomak sangat mudah, cukup rebus Mi Gomak hingga kenyal dan tiriskan. Kemudian campurkan dengan bumbu yang sudah dihaluskan, setelah itu tumis hingga berwarna kecoklatan. Bila ingin menggunakan kuah, campurkan santan sambil diaduk. Setelahnya bisa ditambahkan dengan menu lain sesuai selera, misalnya sayur, daging, udang, dan yang lainnya.

Dari segi rasa, Mi Gomak memiliki rasa yang dominan pedas dan gurih karena kaya akan rempah. Campuran bumbu andaliman juga menimbulkan sensasi getir di lidah. Mi Gomak akan terasa lebih segar bila disajikan dengan cara direbus, kuah yang kaya akan bumbu akan menambah selera makan. Mi Gomak juga pas ditemani dengan sepotong bakwan dan kerupuk.

Bila ingin menikmati Mi Gomak tanpa repot, Anda bisa membelinya di rumah makan khas Batak. Harga satu porsi Mi Gomak beragam, di Jakarta misalnya, harga satu porsi Mi Gomak berkisar Rp 18.000 – Rp 25.000.  Harganya akan semakin mahal bila topping yang disajikan semakin banyak, seperti ekstra daging, bakso, udang, dan yang lainnya.

Page 1 of 7

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén