Lastboy

Suka jalan-jalan dan kuliner

Category: Travel (Page 1 of 9)

Ayo! Rasakan Langsung Semarak Asian Games 2018 di Asian Fest GBK

Masih ada kesempatan untuk mengunjungi Asian Fest GBK (Foto: Lastboy Tahara S)

Tak terasa ajang Asian Games 2018 akan segera usai. Pesta olah raga se-Asia ini dijadwalkan akan menjalani upacara penutupan pada Minggu (2/9/2018) di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Bagi Anda yang terlambat merasakan momen Asian Games secara langsung, jangan berkecil hati. Sebab masih ada area Asian Fest di kawasan GBK. Di sana terdapat festival dan bazaar bertemakan Asian Games.

Untuk masuk ke area ini, pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 10 ribu. Tiket ini bisa dibeli secara resmi di gate 1, 5, 6, dan 7 melalui petugas yang membawa tanda berwarna biru bertuliskan “Ask Me for Festival Tiket”. Di dalam Asian Fest GBK, terdapat tiga Zona yang bisa dikunjungi, yakni Bhin Bhin, Atung, dan Kaka.

Zona Bhin Bhin terletak di dekat gate 5. Di sini tersedia berbagai sajian kuliner khas Asia, seperti aneka nasi goreng, mie, kebab, nasi kebuli, rice bowl, hingga sushi. Namun yang lebih seru adalah adanya panggung hiburan yang menghadirkan musisi lokal dan luar negeri.

Salah satu yang selalu menyita perhatian pengunjung adalah penampilan para penyanyi asal Korea Selatan. Aliran musik K-Pop khas negeri gingseng yang sudah tak asing lagi di Indonesia saat ini, membuat para pengunjung tak kesulitan untuk ikut bernyanyi. Selain dihibur dengan musik, sesekali host juga memberikan kuis menarik yang berhadiah voucher makan gratis.

Kemudian Zona Atung yang terletak dekat Stadion Akuatik, terdapat layar raksasa yang menampilkan pertandingan olah raga langsung atau rekaman ulang. Zona ini juga dikenal akan keindahannya. Di sepanjang jalan digantung hiasan ornamen lampu beserta payung kecil warna-warni. Para muda-mudi sering mengunjungi zona ini untuk berfoto.

Lalu yang terakhir adalah Zona Kaka yang menjual aneka pernak-pernik. Warga asing paling banyak mengunjungi zona ini untuk membeli kerajinan produk lokal sebagai buah tangan. Dan yang paling menyenangkan, di sini terdapat toko-toko kecil yang menjual suvenir resmi Asian Games. Barang yang dijual beragam, mulai dari yang paling kecil seperti pensil, kipas, gantungan kunci, dan tas. Ada pula suvenir unik yang menjadi incaran pengunjung adalah replika medali emas yang dijual seharga Rp 320 ribu.

Bila ingin membeli suvenir yang lebih lengkap, pengunjung bisa menuju area Super Store yang terletak di seberang zona Bhin Bhin. Tak hanya menjual suvenir hiasan, di sini ada pula aneka jenis fesyen bertemakan Asian Games seperti kaus, jaket, tas, dan topi. Namun, mayoristas pengunjung yang datang ke sini hanya mengincar tiga boneka maskot Asian Games, yaitu Bhin Bhin, Atung, dan Kaka. Menjelang Asian Games berakhir, suvenir boneka ini mulai susah didapat karena selalu ludes terjual.

Bagaimana, tertarik untuk berkunjung? Asian Fest GBK dibuka mulai jam 10.00 hingga 22.00 WIB.

Nyamannya Menginap di Hotel Morrissey, Serasa Rumah Sendiri

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk menginap di Hotel Morrissey yang terletak di Jl. K.H. Wahid Hasyim, Jakarta. Hotel ini sangat istimewa, mereka mengusung konsep apartemen servis. Tamu yang menginap tak hanya menikmati layanan layaknya hotel, tapi juga dimanjakan dengan perabotan dan interior layaknya hunian atau apartemen.

Pertama kali memasuki Hotel Morrissey, ruang lobbynya tidak begitu luas layaknya hotel berbintang empat pada umumnya. Namun kesigapan para concierge hotel patut diacungi jempol. Belum saya menuju meja resepsionis, saya langsung disambut oleh concierge dan menawarkan bantuan. Karena saya tidak membawa apa pun, maka saya langsung diarahkan ke meja resepsionis.

Pelayanan receptionist juga bagus, saya suka bagaimana mereka menyapa tamu yang datang, ramah dan sopan. Proses pemesanan kamar juga dilayani dengan baik. Dari meja resepsionis, saya kemudian diberi segelas jus jeruk dan cemilan. Ternyata lobby yang tak terlalu luas, bukan berarti pelayanan mereka terbatas. Setiap tamu yang datang serba dipermudah dan dilayani dengan maksimal.

Usai dari lobby saya kemudian menuju kamar. Saat itu kamar yang saya tempati tipe studio dengan satu tempat tidur. Fasilitas yang saya terima berupa dapur mini lengkap dengan peralatan memasak, kulkas mini, brankas, setrika, pengering rambut, dan mesin cuci yang disediakan di luar kamar. Lemari pakaian yang disediakan juga lumayan besar.

Fasilitas dapur Hotel Morrissey

Fasilitas dapur Hotel Morrissey (Foto: Lastboy Tahara S)

Fasilitas self service laundry dari Hotel Morrissey yang disediakan di ruangan terpisah. (Foto: Lastboy Tahara S)

Kelengkapan fasilitas seperti ini merupakan kelebihan dari hotel dengan konsep apartemen servis. Semua disediakan untuk memudahkan tamu menginap di hotel layaknya di rumah sendiri. Bagi saya, fasilitas paling menarik adalah dapur mini dengan peralatan masak yang lengkap. Fasilitas ini sangat jarang dimiliki hotel pada umumnya. Sangat mempermudah tamu yang ingin menikmati masakan sendiri.

Lalu untuk desain kamar, Hotel Morrissey mengusung tema industrial modern. Hal tersebut bisa dilihat dari dinding kamar yang menggunakan batu bata ekspos yang dicat putih. Kemudian langit-langit kamar juga tidak dilengkapi lampu gantung yang mewah, hanya polos dengan beton tanpa finishing. Lampu-lampu yang digunakan dalam kamar juga cenderung temaram dengan warna kuning yang hangat, kecuali lampu untuk meja kerja.

Interior kamar Hotel Morrissey tipe studio (Foto: Website Hotel Morrissey)

Tampilan kasur untuk dua orang. Kualitasnya bagus, sangat nyaman untuk beristirahat. (Foto: Lastboy Tahara S)

Interior dinding kamar dengan gaya industrial berupa ekspos batu bata putih. (Foto: Lastboy Tahara S)

Interior yang disajikan memang sederhana tapi tetap moderen. Justru jauh dari kesan mewah, membuat suasana kamar tampak kalem dan membuat saya betah. Selain itu salah satu kelebihan hotel dengan apartemen servis adalah luas kamar yang lumayan lengang. Pada bagian tengah misalnya, terdapat sofa yang cukup panjang dan bisa dijadikan sebagai ruang tamu kecil.

Kemudian untuk tempat tidur, disediakan satu kasur yang muat untuk dua orang. Semuanya disediakan dengan rapi dan bersih. Kualitasnya juga sangat baik, membuat saya nyaman untuk beristirahat. Di depan tempat tidur disediakan pula televisi kabel dan DVD sebagai sarana hiburan.

Secara keseluruhan pengalaman menginap satu hari di Hotel Morrissey sangat puas. Dengan konsep apartemen servis, tamu bisa menikmati berbagai fasilitas dan pelayanan. Jadi, tamu tidak sekadar untuk tinggal di kamar tapi juga hidup di dalamnya.

Hotel Morrissey cocok bagi mereka yang ingin tinggal dengan waktu yang lama dan menginap bersama keluarga. Dari segi finansial, tinggal di hotel dengan konsep apartemen servis seperti Hotel Morrissey jauh lebih murah daripada di hotel reguler. Sebab fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan bisa digunakan secara gratis. Sayang, saat itu saya hanya menginap selama sehari. Bila ada kesempatan lagi untuk staycation (liburan hemat dalam kota), saya tidak ragu untuk memilih Hotel Morissey sebagai tempat menginap.

Ingin mencoba menginap di Hotel Morrissey juga? Berikut alamat dan kontak yang bisa dihubungi:

  • Jl. KH. Wahid Hasyim No.70, Kb. Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340. Panduan peta bisa klik di sini.
  • Telepon: (021) 29933333

Indahnya Bangunan Warna-warni ala Kampung Eropa di Devoyage Bogor

Spot wisata populer di Bogor kini tak hanya kawasan Puncak. Sebab ada destinasi wisata baru yang hit di media sosial bernama Devoyage Bogor. Di sini pengunjung dapat merasakan suasana ala kampung Eropa dengan aneka rumah warna-warni. Ada pula bangunan-bangunan ikonik khas Eropa seperti miniatur Menara Eiffel, Kincir Angin ala Belanda, dan Gondola ala Venesia.

Tempat wisata yang memiliki luas 1,5 hektare ini memiliki banyak spot swafoto berupa bangunan-bangunan bergaya Eropa. Misalnya saja seperti rumah yang beratap miring dan tinggi serta jendela-jendela yang berukuran besar. Miniatur Menara Eiffel adalah spot swafoto favorit pengunjung. Terletak di tengah-tengah kali buatan, desain kerangka Menara Eiffel ini tampak seperti aslinya. Bila menjelang malam, menara akan tampak cantik dengan lampu yang berkilauan.

Suasana kampung ala Eropa dengan rumah-rumah beratap miring dan berjendela besar. (Foto: Lastboy Tahara S)

Miniatur Menara Eiffel di Devoyage Bogor

Miniatur Menara Eiffel di Devoyage Bogor. (Foto: Lastboy Tahara S)

Salah satu spot yang mirip kampung Eropa, lengkap dengan jalan setapak, lampu jalan klasik gaya Victoria, dan rumah-rumah khas Eropa yang berjejer. (Foto: Lastboy Tahara S)

Selain asyik untuk swafoto,  Devoyage Bogor juga menyuguhkan aneka wahana yang menambah kesan nyata tinggal di Eropa. Yang paling menarik perhatian adalah wahana perahu dayung berwarna-warni bak di Venesia. Di sini pengunjung dapat menyewanya senilai Rp 40 ribu untuk dua kali putaran. Dengan desain ramping dan panjang, satu perahu dapat menampung dua orang dewasa.

Setelah pengunjung dirasa siap, perahu bisa langsung didayung menyusuri kali buatan. Rute yang dilalui perahu cukup menarik, pengunjung akan dibawa melewati bangunan-bangunan khas Eropa seperti Menara Eiffel, rumah kincir angin khas Belanda, dan rumah warna-warni.

Gondola ala Venesia melintasi rumah warna-warni di Devoyage Bogor. (Foto: Lastboy Tahara S)

Satu scoop Gelato untuk menemani jalan-jalan mengelilingi area Devoyage (Foto: Lastboy Tahara S)

Puas menikmati wahana di Devoyage, jangan lupa untuk mencicipi aneka kulinernya. Menu yang populer berupa masakan ala barat seperti pizza, pasta, varian steak, fish & chips, sea food, dan yang lainnya. Ingin sesuatu yang dingin dan manis? Di sini juga tersedia menu gelato dengan berbagai varian rasa.

Bila ingin mengunjungi Devoyage Bogor, Anda hanya perlu menyiapkan uang tiket masuk sebesar Rp 25 ribu untuk hari biasa dan Rp 35 ribu saat akhir pekan. Sedangkan untuk alamatnya terletak di Jalan Boulevard Bogor Nirwana Residence Mulyaharja Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Untuk lebih jelas Anda bisa menggunakan panduan peta berikut ini. Jadwal buka Devoyage Bogor dimulai dari pukul 10.00 WIB – 18.00 WIB.

Page 1 of 9

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén