Beberapa waktu yang lalu dunia dibuat heboh karena FBI tidak mampu meretas sebuah iPhone 5C yang menggunakan IOS9. Hal yang menarik lagi adalah Iphone tersebut bekas milik seorang teroris yang melakukan penembakan di San Bernadino, dan pihak Apple menolak permintaan FBI untuk membuka backdoor Iphone tersebut karena takut disalahgunakan oleh FBI atau pihak lain.

Ilustrasi iPhone (Sumber Gambar: www.lastboytahara.com)

Ilustrasi iPhone (Sumber Gambar: www.lastboytahara.com)

Setelah FBI melakukan berbagai upaya untuk membujuk Apple dan mengajukan permintaan peretasan ke pengadilan, FBI akhirnya mengumumkan bahwa mereka telah berhasil meretas iPhone 5C tersebut. Namun tetap saja FBI tidak melakukannya sendirian. Dilansir dari berita di CNN (Jum’at, 8 April 2016), peretasan tersebut dilakukan atas bantuan pemerintah yang membeli alat bantu dari pihak swasta.

Keberhasilan FBI dalam meretas iPhone tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai apa nama alat yang dibeli dan siapa pihak swasta yang terlibat. Tetapi mereka memberi informasi bahwa alat tersebut tidak bisa digunakan untuk meretas semua jenis iPhone, misalnya iPhone 5S yang tidak bisa diretas.

Tidak ingin kesusahan meretas iPhone semakin bertambah, FBI masih mempertimbangkan apakah mereka akan memberikan informasi kepada Apple tentang bagaimana meretas iPhone 5C. Hingga kini pihak Apple juga masih belum tahu bagaimana FBI meretas pertahanan iPhone dan alat apa yang digunakan.

Dengan berhasilnya FBI meretas iPhone 5C milik pelaku teroris, perkara hukum antara pemerintah dan Apple pada kasus ponsel San Bernardino dinyatakan selesai.