Hutan Puncak Gunung Ungaran Terbakar, Rencana Mendaki Pun Gagal

Ingin rasanya memiliki pengalaman mendaki gunung. Tak sekadar untuk wisata, tapi juga mengukur kemampuan diri untuk hidup di alam bebas. Sebagai pemula, saya memilih untuk mendaki Gunung Ungaran yang memiliki ketinggian 2.050 mdpl.

Saat keputusan sudah bulat, saya kemudian mengambil cuti dari kantor dan bertolak dari Jakarta menuju Semarang. Supaya pengalaman mendaki pertama kali berjalan lancar, peralatan dan perbekalan pun saya siapkan matang-matang. Semua harus sesuai standar keselamatan.

Perlengkapan mendaki sudah saya siapkan. (Foto: www.lastboytahara.com)
Pos Mawar merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Ungaran, masih ada dua jalur lain yaitu Gedong Songo dan Medini. (Foto: www.lastboytahara.com)

Sesampainya di Semarang, saya memutuskan untuk mendaki Gunung Ungaran saat akhir pekan (Sabtu, 13/10/2018). Saya berangkat sore hari dari Tembalang, melalui rute Tol Tembalang-Ungaran. Sampai di Pos Mawar, ternyata saya kurang beruntung. Jalur pendakian Gunung Ungaran ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pengumuman jalur pendakian Gunung Ungaran ditutup
Pengumuman penutupan jalur pendakian Gunung Ungaran di gerbang Pos Mawar. (Foto: www.lastboytahara.com)

Penutupan jalur pendakian Gunung Ungaran ini, saya rasa merupakan imbas dari kebakaran hutan pada Minggu 7 Oktober 2018. Berdasarkan laporan Metrotvnews.com, kebakaran di puncak gunung menghanguskan 7 hektare lahan hutan. Sejak itu jalur pendakian Gunung Ungaran mulai ditutup.

Area yang terbakar di puncak Gunung Ungaran, Minggu, 7 Oktober 2018. (Foto diunduh dari metrotvnews.com)
Salah satu spot perkemahan di sekitar Pos Mawar. Di sini terdapat tenda-tenda yang sudah didirikan oleh pengelola dan disewakan. (Foto: www.lastboytahara.com)

Adanya penutupan jalur pendakian, pupus sudah harapan saya untuk bisa berdiri di puncak Gunung Ungaran dan menyaksikan matahari terbit. Namun kesedihan itu tidak berlangsung lama. Saya akhirnya beristirahat sejenak di Pos Mawar, menikmati secangkir kopi hitam di tengah dinginnya hawa pegunungan. Selain itu terpampang pula pemandangan indah dari atas pos berupa lautan kerlip lampu-lampu kota Semarang.

Setelah puas saya kemudian kembali lagi ke Semarang dan pulang ke Jakarta. Akan saya coba lagi untuk mendaki Gunung Ungaran di lain kesempatan. Semoga Gunung Ungaran cepat pulih dari musibah kebakaran hutan dan kembali hijau.

Salam lestari.

3 thoughts on “Hutan Puncak Gunung Ungaran Terbakar, Rencana Mendaki Pun Gagal

  1. Aku belum pernah mendaki, kompor panas dari teman-teman selalu membuat aku mupeng. Tapi kesempatan belum datang. Dulu pernah hampir ke Ungaran sama someone, lalu gagal karena suatu hal. Gagal mendaki dan gagal menjalin hubungan, wkwk. *curhat

  2. Wah, kalau udah masuk akhir musim kemarau (September-pertengahan Oktober) emang gunung”, terutama di Jawa rawan kebakaran.

    Makannya banyak yang ditutup untuk mengantisipasi kebakaran..

    Coba ndakinya Mei-Juli, biasanya belum kering banget..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *