Siang ini saya iseng buka galeri foto di smarthphone, niatnya sih ingin melakukan backup ke laptop. Tapi ada satu foto yang menarik perhatian saya, foto Nasi Gandul Pati, saya sempat tertawa sejenak ketika menemukannya. Foto itu sebenarnya adalah foto lama yang saya ambil pada Januari 2015 dan ternyata masih tersimpan di smartphone. Ketika itu saya sedang berada di Pati untuk sekedar jalan-jalan dan mampir ke sebuah warung untuk menikmati nasi gandul. Sebenarnya nasi gandul sudah bisa ditemukan dimana saja karena rasanya yang cocok untuk semua lidah masyarakat Jawa, tapi saya ingin mencari sensasinya saja dengan makan nasi gandul langsung dari daerah asalnya, Pati, Jawa Tengah.

Nasi Gandul Gajah Mati
Nasi Gandul Gajah Mati

Warung makan yang saya kunjungi waktu itu dekat dengan Toko Luwes Pati di Jalan Dr Sutomo, sedangkan untuk nama warung makannya bernama “NASI GANDUL RESTU, mbak IDA, Ds GAJAHMATI.” Nama Gajah Mati sendiri adalah nama sebuah desa di Pati, menurut cerita yang saya dengar di desa tersebut banyak sekali warung nasi gandul di pinggir jalan. Jadi nasi gandul di desa itu sangat terkenal dan kini “mungkin” karena para penjual sudah tersebar di seluruh wilayah pati mereka masih membawa nama desa sebagai ciri khas bahwa itu nasi gandul asli desa gajah mati.

Nasi Gandul dan Kuahnya yang Gurih
Nasi Gandul dan Kuahnya yang Gurih

Dari tampilannya Nasi Gandul Pati ini berupa nasi putih yang diberi kuah dan diberi sedikit potongan daging sapi, uniknya nasi gandul ini disajikan di atas daun pisang. Untuk lauk tidak terbatas daging sapi saja, lauk yang paling sering untuk ditemui untuk pilihan ada ampela, perkedel, jeroan sapi, dan tempe goreng yang krispi. Untuk kualitas rasa sebenarnya terletak pada kuah nasi gandul, untuk lauk cara memasaknya hanya digoreng dan tidak menggunakan bumbu yang khusus.

Macam-macam Lauk Nasi Gandul
Macam-macam Lauk Nasi Gandul

Kuah nasi gandul bahan utamanya menggunakan santan kelapa kemudian diberi bumbu lain seperti kayu manis, bawang merah, bawang putih, jinten, dan berbagai bumbu yang lain diolah menjadi satu. Tampilan kuahnya berwarna kecoklatan karena diberi kecap dan rasanya sangat gurih. Kuah ini terasa lebih nikmat bila di siram ke nasi putih hangat dan berbagai potongan lauk seperti daging sapi dan perkedel.

Melihat foto Nasi Gandul Pati itu saya jadi teringat suasana menikmati nasi gandul di Kota Pati. Duduk di warung pinggir jalan sambil menyantap nasi gandul hangat yang berkuah, sambil sesekali menikmati terpaan angin sore yang perlahan mengusap peluh di wajah. Sayang, saya sudah tidak menemui suasana-suasana seperti itu lagi di Ibu Kota.

One thought on “Kangen Sama Nasi Gandul dan Kota Pati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *