Lastboy

Suka jalan-jalan dan kuliner

Makanan Populer “Fish and Chips” Dulu Hanya Dinikmati Masyarakat Kelas Bawah

Satu porsi fish and chips (Foto: www.lastboytahara.com)

Fish and chips merupakan makanan khas Inggris. Makanan ini terdiri dari ikan filet putih yang digoreng dengan tepung dan dimakan bersama kentang goreng. Biasanya dinikmati sambil dicocol dengan saus tartar atau sambal. Makanan ini juga populer di Jakarta, terutama di resto-resto seafood menengah ke atas. Namun siapa sangka, fish and chips yang sering tersaji dengan harga yang lumayan mahal ini, dahulu merupakan makanan kelas menengah ke bawah di Inggris.

Seperti dikutip dari laman Telegraph.co.uk, fish and chips tersaji untuk kaum menengah ke bawah dalam buku karya Dickens yang berjudul A Tale of Two Cities pada tahun 1859. Kemudian jurnalis Henry Mayhew mengutip dari buku tersebut dan menyebutnya sebagai makanan orang miskin pada tahun 1861. Kala itu fish and chips juga dipandang sebagai ciri makanan kelas pekerja.

Kemudian pada tahun 1931 fish and chips menjadi makanan semua orang dan banyak dicari, karena pada zaman itu adalah masa perang dunia kedua. Banyak orang yang mengantri untuk makanan ini. Tak hanya masyarakat sipil, para tentara teritorial juga berebut di tenda katering khusus di kamp pelatihan pada tahun 1930-an.

Setiap toko fish and chips juga selalu ramai, sebab ikan dan kentang termasuk makanan yang tidak masuk program penjatahan pada masa perang. Saat itu orang bahkan rela untuk antri berjam-jam hanya karena beredar informasi sebuah toko chips (kentang goreng) juga menjual ikan. Dan ketika ikan menjadi langka, sempat pula beredar kue ikan yang dibuat secara rumahan.

Seiring perkembangan zaman dan selesainya perang, makanan ini kemudian naik kelas saat mulai tersedia di restoran kelas atas seperti The Ivy pada 1990. Setelahnya fish and chips tersedia dalam berbagai varian, mulai dari jenis ikan yang disajikan, kentang, dan jenis saus. Menurut The Spruce, di Inggris ikan yang masih menjadi favorit adalah ikan Cod dengan total konsumsi 61,5 %. Sedangkan ikan pilihan kedua adalah ikan Haddock, kemudian varian lokal terdapat ikan Whiting di Irlandia Utara dan beberapa bagian Skotlandia, kemudian ikan Skate dan Huss di selatan Inggris.

Sedangkan untuk kentang empuk terbaik, biasanya dipilih kentang waxy yang kerap menghasilkan keripik berminyak. Jenis kentang lain yang terbaik adalah King Edward, Maris Piper, dan Sante. Di Inggris kualitas kentang sangat baik dan kerap dijadikan keripik. Masih menurut The Spruce, satu dari setiap empat jenis kentang diolah menjadi keripik, produksinya sekitar 1,25 juta ton setiap tahun.

Kemudian untuk kebiasaan penggunaan saus, di Indonesia biasanya menggunakan saus tartar atau mayones, mengikuti tren saus Amerika. Namun di Inggris, sangat sedikit orang yang mengadopsi kebiasaan makan fish and chips menggunakan mayones. Mereka lebih memilih menggunakan garam dan cuka yang ditaburkan daripada saus. Satu-satunya saus lain yang dianggap cocok adalah percikan kecap.

 

Referensi:

  • The exotic history of British fish and chips (Telegraph.co.uk)
  • A brief history of fish and chips (Thespruce.com)

Previous

Menikmati “Fish and Chips” dengan Harga Terjangkau di Fish Bite!

Next

Aneka Kreasi Risoles dari 4 Negara, Anda Suka yang Mana?

1 Comment

  1. Ari

    Enak itu pak pernah nyoba di salah satu restoran dan dapetnya versi jumbo

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén