Ilustrasi rancangan bisnis (Foto: Rawpixel/Pixabay)

Saya percaya, setiap orang memiliki hal spesial dalam dirinya, termasuk bagi teman-temanku yang menyandang disabilitas. Meski memiliki keterbatasan, kamu juga bisa meraih kesuksesan seperti yang lainnya. Salah satu caranya adalah memanfaatkan teknologi internet untuk membangun bisnis online.

Teknologi internet memungkinkan kamu bisa mendobrak batasan-batasan komunikasi dengan masyarakat, yang terkadang dibatasi oleh kekurangan fisik. Dengan internet kamu bisa berkomunikasi dengan seseorang kapan saja dan di mana saja.

Perangkat yang digunakan juga tidak terlalu mahal. Saat ini kamu bahkan bisa mendapatkan smartphone seharga Rp 500 ribu-an. Begitu pula dengan paket kuota internet yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, konsep bisnis online memiliki kemudahan dalam transaksi jual-beli. Kamu cukup online dan berkomunikasi dengan pembeli melalui laptop atau smartphone. Bahkan laporan transaksi keuangan akan dibuatkan otomatis melalui sistem. Hal ini berbeda dengan konsep bisnis offline yang semuanya dilakukan secara konvensional.

Selain itu dari segi biaya juga lebih murah. Karena toko dibuka secara online, kamu tidak perlu menyewa atau membangun toko fisik, yang justru memiliki pengeluaran lebih banyak. Sebab dengan membuat toko fisik, kita perlu biaya untuk membayar pajak bangunan, air, listrik, perabotan, dan yang lainnya.

Satu-satunya bangunan yang kelak kamu buat dengan bisnis online, mungkin hanya berupa gudang untuk menyimpan stok dagangan. Itu pun bisa dibangun di rumah, tanpa harus memikirkan lokasi baru.

Namun untuk memulai bisnis online dan sukses, tantangan yang kamu hadapi akan sama dengan yang lainnya, yaitu semua dimulai dari nol. Sebab yang namanya berbisnis, perlu waktu dan tenaga. Kecil kemungkinan bila bisa langsung kaya dalam semalam tanpa upaya kerja apa pun.

“Apakah aku benar bisa melakukannya?”, jawabannya ada pada diri kamu sendiri. Namun di luar sana, beberapa teman-teman difabel telah memulai bisnis online. Bahkan ada pula yang sukses dan meraih pendapatan yang lumayan.

Misalnya, seperti teman kita Nursamawati Mahmud, perempuan asal Malaysia yang sukses mempromosikan bisnis keluarganya melalui internet. Seperti dikutip dari laman Tribunnews, produk yang ia promosikan adalah saus kedelai dan cabai. Karena gerakan tangan dan kakinya terbatas, ia mengoperasikan HP dan laptopnya dengan lidah untuk menjalankan bisnis online. Dari usahanya, sejak 2015 ia telah berhasil menjual sekitar 4 ribu botol setiap bulan.

Nursamawati Mahmud, perempuan asal Malaysia yang sukses mempromosikan bisnis keluarga melalui internet. (Foto: Thecoverage.my/The Star)

Ada pula Habibie Afsyah, praktisi bisnis online marketing asal Jakarta. Seperti dikutip dari Kompas.com, ia mengidap kelainan pada otot kaki dan panggul akibat penyakit becker muscular dystrophy sehingga membuatnya harus duduk di kursi roda sejak kecil. Namun ia tak patah semangat dan belajar memahami bisnis online dengan kursus marketing.

Habibie Afsyah, praktisi bisnis online marketing (Foto: infokomputer.grid.id)

Saat memulai bisnis online pertama kali, Habibie melakukannya di salah satu situs jual-beli Amerika. Pendapatan pertamanya saat itu adalah 24 dollar AS dengan menjual gim PlayStation 3.

Seiring berjalannya waktu, komisi yang ia terima dari bisnis online makin meningkat hingga 2.000 dollar AS atau setara Rp 27,1 juta (kurs 1 dollar setara Rp 13.574). Kini ia masih aktif berbisnis dan memiliki tim untuk membantunya bekerja.

Itu tadi hanya sebagian contoh dari teman-teman kita yang menyandang disabilitas dan sukses di ranah bisnis online. Nah, bagaimana dengan kamu, apakah juga tertarik? Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah konsep bisnis online kamu. Bila kamu memiliki kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang bisa dijual, mulai tekuni dan atur waktu produksi.

Misalnya kamu mahir membuat perhiasan dari manik-manik, sempurnakan lagi desain dan kualitas karyamu hingga layak untuk dijual. Selanjutnya produksi dahulu dalam jumlah kecil untuk melihat peminat.

Manik-manik yang bisa dibuat menjadi perhiasan unik (Foto: Annca/Pixabay)
Menjahit boneka lucu untuk dijual. (Foto: Stevepb/Pixabay)

Bila semua sudah dirasa siap, kamu bisa langsung menjualnya secara online. Supaya lebih mudah coba lah untuk menjualnya di situs e-commerce, sebab mereka memiliki berbagai fitur yang memudahkan penjual dan pembeli. Misalnya ketika barang sudah dipesan oleh pembeli dan dibayar, tugasmu sebagai penjual hanya mengirimkan barangnya ke pembeli.

Supaya lebih mudah dalam pengiriman, kamu bisa menggunakan jasa ojek online sebagai kurir. Mereka akan langsung datang ke rumah atau tempat jualan kamu kemudian mengirimkannya saat itu juga. Namun hal ini perlu komunikasi juga dengan pembeli, sebab kurir dengan ojek online hanya melayani pengiriman dalam satu kota.

Nah, itu tadi penjelasan tentang menjual karya sendiri di situs e-commerce. Lalu, bagaimana dengan kamu yang ingin menjadi reseller? Tahap-tahap yang dilakukan sebenarnya sama, hanya saja kamu perlu mempersiapkan jenis barang apa saja yang akan kamu jual.

Sebagai permulaan, kamu bisa melakukan riset terlebih dahulu. Kira-kira barang apa saja yang memiliki banyak pembeli. Barang dagangan yang dipilih juga bisa disesuaikan dengan kemampuan fisik kamu, misal dari segi ukuran, berat, keamanan, dan yang lainnya.

Hal yang paling penting, jangan memaksakan diri saat mengumpulkan stok dagangan. Selalu utamakan kemampuan fisik dan keselamatan. Supaya lebih mudah, kamu bisa meminta tolong anggota keluarga atau orang terdekat.

Jangan gentar, tetap semangat, dan tekuni apa yang kamu suka. Kalian juga bisa meraih kesuksesan seperti orang-orang yang lainnya.

Salam hangat

6 thoughts on “Penyandang Disabilitas Juga Bisa Sukses dengan Bisnis Online

  1. Saya juga sudah pakai bukalapak, buat jualin alat buat bikin layangan saya dan lumayan laku, apalagi karena fitur pushnya, bikin jualan jadi cepet laku. Semenjak kenal bukalapak, saya udah familiar banget, karena cara pakenya gampang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *