Lastboy

Suka jalan-jalan dan kuliner

Perjalanan Menuju Pulau Samosir, Banyak Indahnya!

Alarm kapal sudah berbunyi dan bersiap untuk berangkat. Saya yang sudah duduk nyaman di dekat jendela sudah tak sabar untuk mengarungi danau Toba dan menuju pulau Samosir. Saya penasaran, seperti apa sih luas dan indahnya danau yang terbesar di Indonesia ini.

Suara mesin kapal sudah menderu-deru dan perlahan bergerak menjauhi pelabuhan. Para nahkoda saling bertegur sapa untuk mempersilahkan kapal lain masuk ke pelabuhan. Sesudah kapal mendapat posisi yang tepat, akhirnya melajulah kapal untuk menuju pulau Samosir !

Selama mengarungi danau Toba, saya sangat takjub menikmati pemandangan di sana. Bayangkan saja, bukit-bukit tinggi yang dihiasi rimbunnya pohon terlihat di sisi kanan dan kiri saya. Dan tak jarang beberapa pohon diselimuti kabut yang indah. Saya tidak menyangka bahwa pemandangannya akan secantik ini.

Bukit-bukit di sekeliling Danau Toba (Foto: Lastboy Tahara .S)

Bukit-bukit di sekeliling Danau Toba (Foto: Lastboy Tahara .S)

Di bawah bukit-bukit itu juga terkadang ada rumah penduduk dan tambak ikan. Dilihat dari kapal saja sudah keren ! Gimana dengan mereka yang tinggal di bawah bukit ya ? Setiap bangun pagi bisa melihat indahnya bukit, udara segar, dan indahnya danau Toba dengan pantulan warna hijau dari bukit-bukit disekitarnya.

Awan putih yang memayungi bukit dan kabut yang merayap di barisan pohon cemara membuat suasana di danau Toba tampak tenang. Dari jendela kapal saya terus memandangi bukit dan danau, ingin memandangnya lama-lama agar setiap detilnya bisa selalu saya ingat. Sejuknya udara di sini juga membuat pikiran terasa santai.

Bukit-2BDanau-2BToba-2B2

Suasana Danau Toba yang tenang (Foto: Lastboy Tahara .S)

Sudah hampir satu jam lebih saya menikmati pemandangan yang seindah itu, bisa dibayangkan seluas apa danau Toba itu. Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan langit mulai mendung, angin berhembus kencang dan ternyata ombak di danau ini juga cukup untuk menggoyangkan kapal. Angin yang berhembus juga semakin dingin, sangat dingin hingga membuat saya untuk memutuskan untuk menghindari jendela dan duduk di bawah.

Lantai kapal terbuat dari kayu dan mesinnya berada di bawah, meskipun duduk tepat di atasnya lumayan hangat, tapi bau solar yang keluar dari sela-sela kayu membuat saya tidak betah. Jadilah saya meringkuk saja bersama orang-orang di sisi lain. Sambil menahan dingin saya menemukan hal menyenangkan lagi di kapal ini, para opung-opung yang duduk bergerombol menyanyi bersama di kapal.

Bukit-2BDanau-2BToba-2B3

Deretan pohon cemara di perbukitan Danau Toba (Foto: Lastboy Tahara .S)

Sesekali mereka tertawa bersama-sama di akhir lagu, sambil memperlihatkan gigi-gigi merah bekas mengunyah daun sirih. Para penumpang lain juga saling mengobrol dengan samping-samping mereka, dan saya tentu tidak luput dari keramahan mereka.

Perjalanan yang lumayan lama dan angin yang dingin membuat saya untuk terus duduk di bawah. Tak terlihat lagi tebing-tebing yang indah itu. Tapi tak apa lah, lumayan untuk menyimpan tenaga dan menjaga fisik di pulau Samosir nanti.

Bersambung…

Previous

Mengunjungi Pulau Samosir, Tanah Kelahiran Bangsa Batak

Next

Menikmati Keindahan Danau Toba dari Pulau Samosir

2 Comments

  1. imelda

    gigimu ikut merah ga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén