Lastboy

Suka jalan-jalan dan kuliner

Sejarah “Cheeseburger” yang Tidak Banyak Orang Tahu

Cheeseburger dengan daging panggang dan lelehan keju yang menggoda (Foto: www.lastboytahara.com)

Cheeseburger adalah bentuk lain dari hamburger yang ditambahkan keju sebagai toppingnya. Meski populer dengan rasanya yang gurih, tidak banyak orang yang tahu sejarah cheeseburger diciptakan. Di negara asal cheeseburger sendiri, Amerika, banyak sejarawan yang masih bingung untuk menentukan secara resmi siapakah pencipta inovasi makanan tersebut. Sebab ada banyak pihak yang mengklaim menciptakan cheeseburger pertama kali.

Dikutip dari laman The Spruce, ada satu nama yang paling dikenal sebagai pencipta cheeseburger di Amerika pada 1924, yaitu Lionel Sternberger. Ia bekerja sebagai juru masak di toko roti milik ayahnya yang bernama The Rite Spot. Pemuda 16 tahun ini secara eksperimental menjatuhkan sepotong keju Amerika di atas hamburger yang masih panas saat sedang bekerja. Ia lalu menyukai cara baru menikmati hamburger itu dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Meski berawal dari sebuah kebiasaan, hamburger itu tampaknya belum diberi nama sebagai sebuah menu. Sedangkan menu pertama yang benar-benar disebut “cheeseburger” ada di restoran Kaelin di Louisville, Kentucky. Charles Kaelin adalah orang yang mengklaim telah menemukan burger berlapis keju itu pada tahun 1934.

Sejarah cheeseburger juga diikuti cara mengolah dan menyajikannya. Cheeseburger tipe klasik, yang populer pada 1930an diolah dengan cara digoreng. Pada zaman itu para pengunjung yang ingin memesan cheeseburger menyebutnya sebagai single, double atau triple.

Daging pada burger selalu dimasak dengan tingkat kematangan well-done atau telah matang sempurna. Tekstur dagingnya agak keras dan tidak memiliki sensasi juicy. Kemudian, sesuai dengan namanya “cheeseburger”  ditambahkan keju dan ditambahkan berbagai topping seperti selada, tomat, acar, dan bawang mentah. Sedangkan untuk bumbu di dalamnya  berupa mustard, kecap, atau mayones.

Lalu pada abad 20 cheeseburger disebut dengan bar burger. Teksturnya tebal dan dagingnya diolah dengan cara dipanggang hingga muncul sensasi juicy. Pada zaman itu, pengunjung mulai bebas untuk menentukan jenis keju yang akan mereka letakkan di dalam burger. Ada berbagai pilihan keju yang disajikan, seperti American, Cheddar, Monterey Jack, Swiss, dan bahkan Gruyere atau Gouda jika pengunjung memesan cheeseburger di restoran kelas atas.

Selain lebih bebas dalam memilih keju, pengunjung juga dapat memesan topping secara khusus. Misalnya untuk topping klasik, dapat berupa selada, tomat, acar dan bawang mentah. Kemudian tambahan selanjutnya bisa berupa bacon, alpukat, guacamole, bawang bombay, jamur atau cabai. Perpaduan gurihnya keju dan dagingnya yang juicy, membuat warga Amerika sangat menyukai cheeseburger. Saking cintanya, Amerika sampai membuat Hari Nasional Cheeseburger yang jatuh tiap 18 September.

Previous

Benarkah Micin Berbahaya bagi Otak? Begini Penjelasan Dokter

Next

Menikmati “Fish and Chips” dengan Harga Terjangkau di Fish Bite!

3 Comments

  1. Andika

    Duh gambarnya menggoda iman itu.. hahahaha.. mana double burger double cheese lagi.. hmmmm..

  2. astriatrianjani

    Baca artikel ini bikin saya jadi lapar sendiri, kayaknya makan cheeseburger enak. Harus coba kapan-kapan, maklum, orang desa nggak pernah makan burger-burgeran
    He…he…
    Salam kenal blogger yak

  3. Retno

    langsung bayangin makan cheeseburger yang enak banget huhuhuhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén