Lastboy

Suka jalan-jalan dan kuliner

Strategi Komersialisasi Lagu Menggunakan Media Massa dan Komunitas

Supaya lagu mampu masuk ke pasar dan mencapai tangga lagu di beberapa media, haruslah melalui berbagai proses, salah satunya adalah dengan strategi komersialisasi lagu. Strategi yang biasa digunakan oleh distributor musik adalah dengan memanfaatkan media massa dan internet untuk melakukan promosi lagu-lagu yang akan di komersilkan.

Ilmu komersialisasi lagu ini saya dapat saat menghadiri acara “Kompasiana Ngulik : Ngobrolin Komersialisasi Lagu bareng One Room”  di Ruang Studio Kompasiana, Kantor Kompas Gramedia Palmerah Barat, Jumat, 27 Februari 2015.

One Room adalah salah satu band jebolan dari Meetthelabels yang berbagi tentang lagu baru mereka hingga sampai bisa masuk rekaman dan diterima oleh masyarakat, dan tentu saja dengan strategi komersialisasi lagu. Di acara tersebut One Room tidak banyak menjabarkan tentang makna komersialisasi lagu, mungkin bukan bagian mereka yang menyusun strategi tersebut.

Mas Angga dan One Room Band (Dok. Pribadi)

Mas Angga dan One Room Band (Dok. Pribadi)

Tapi ada juga beberapa pengalaman mereka yang bisa dibagikan, misalnya saja mengadakan kegiatan off air seperti manggung bersama dengan band-band yang sudah memiliki komunitas cukup besar. Taktik ini digunakan agar para anggota komunitas sedikit-demi sedikit dapat mengenal lagu-lagu mereka. Selain itu membagikan lagu melalui perangkat bluetooth juga merupakan salah satu cara untuk menyebarkan lagu mereka kepada masyarakat.

Pada segemen berikutnya hadir mas Angga yang merupakan perwakilan dari label Seven Music yang membagikan cukup banyak pengetahuan tentang komersialisasi lagu. Dalam melakukan komersialisasi lagu mas Angga menggunakan berbagai media seperti social media, radio internet, radio konvensional, youtube, dan RBT.

Radio internet dipilih karena masyarakat sudah banyak yang memiliki akses streaming dan jumlahnya selalu meningkat seiring perkembangan zaman. Radio konvensional juga tidak ketinggalan digunakan, mereka melakukan kerjasama dengan berbagai radio dan mengirimkan lagu-lagu mereka.

Bahkan berkat radio konvensional pula mas Angga dapat menyatakan bahwa single One Room yang berjudul “Pergilah” berhasil masuk chart di radio wilayah Indonesia Timur pada bulan Desember 2014.

Itu membuktikan bahwa airplay untuk single mereka di sana cukup banyak. Selain itu dengan menggunakan radio konvensional mereka dapat merencanakan marketing plan dengan mencatat pertumbuhan lagu-lagu mereka di radio, sebagai bahan untuk melakukan kerjasama RBT dengan provider.

Sedangkan strategi menggunakan youtube dilakukan dengan mengupload video-video cover yang dibuat oleh band yang akan dikomersilkan. Mas Angga mengatakan bahwa dengan membuat video cover, masyarakat akan tertarik untuk mencari lagu asli dari band tersebut dan perlahan-lahan mulai mengenalnya.

Sisanya social media digunakan untuk menyebarkan lebih luas lagi alat-alat yang sudah digunakan, misalnya membagikan tautan video yang mereka buat di youtube, radio internet dan konvensional, info RBT, dan sebagai sumber informasi bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat band mereka.

Untuk proteksi dari pembajakan mereka menggunakan fasilitas mendengarkan lagu streaming dari beberapa website yang disediakan oleh provider, bahkan mas Angga juga menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar masyarakat tertarik untuk mengakses fasilitas tersebut, seperti “Ngapain beli bajakan kalau yang original saja cuman tiga ribu perak!” Dan yang terakhir mereka hanya menaruh harapan optimis kepada pemerintah untuk melindungi karya-karya mereka.

Secara keseluruhan dapat terlihat bahwa untuk mengenalkan lagu yang berkualitas kepada masyarakat dan bisa masuk di industri musik, aransemen dan skill setiap pemain band bukanlah yang paling utama.

Strategi komersialisasi diperlukan agar karya-karya mereka dapat didengar oleh banyak orang dan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan, yaitu dengan menggunakan berbagai media massa sebagai promosi dan menjalin hubungan dengan komunitas

 

 

Previous

Kangen Sama Nasi Gandul dan Kota Pati

Next

Peluang dan Tantangan Industri Musik di Era Digital

1 Comment

  1. internet dan sosial media memang mempermudah semuanya, termasuk promosi dan komersialisasi lagu. Semoga ke depannya juga diikuti dengan kemudahan dan daya beli yang terjangkau agar yang bajakan benar2 tak dilirik lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén