Lastboy

Anak laki-laki terakhir, suka wisata, dan kuliner

Tag: Cerita Kopi

Viral Dikabarkan Tutup, Ternyata Pabrik Kopi Liong Bulan Masih Beroperasi

Kopi Liong Bulan (Foto: Lastboy Tahara S)

Para pecinta kopi sempat dibuat heboh soal tutupnya pabrik Kopi Liong Bulan, kopi khas Bogor. Kabar ini berawal dari unggahan foto toko Kopi Liong Bulan di daerah Pasar Anyar, Bogor, dengan sebuah pengumuman di pagar bertuliskan: “’Pengumuman Mulai 8 Nov 2017 Kopi Liong Bulan Tutup, Udahan”. Sontak para pecinta kopi pun heboh dan menyayangkan tutupnya pabrik tersebut. Unggahan foto tersebut kemudian dibagikan ramai-ramai di media sosial tanpa menunggu konfirmasi. Terlanjur viral, ternyata kabar tersebut tidak benar.

Pabrik Kopi Liong Bulan ternyata masih beroperasi seperti biasa. Hal tersebut dikonfirmasi oleh salah satu anak pemilik pabrik Kopi Liong Bulan, Sherly Fausta melalui akun Facebook di kolom komentar akun Facebook Pojok Bogor. Ia juga menambahkan bahwa unggahan foto pabrik kopi yang terlanjur viral di media sosial sebenarnya hanyalah salah satu agen Kopi Liong Bulan yang tutup. Ia juga menjamin bahwa stok kopi masih banyak, dan warga tidak perlu khawatir hingga memborong kopi karena takut kehabisan. Untuk sekadar diketahui, pusat pabrik Kopi Liong Bulan sebenarnya terletak di kawasan Nanggewer, Bogor.

Anak penerus pemilik pabrik Kopi Liong Bulan memberikan klarifikasi bahwa pabrik masih beroperasi secara normal. (Foto: Screenshot Facebook Pojok Bogor)

Berakhirnya rumor soal pabrik Kopi Liong Bulan yang tutup akhirnya membuat hati para pecinta kopi khas Bogor ini terasa lega. Selain disukai karena rasanya, kopi ini juga memiliki cerita yang menarik, yaitu kopi yang eksis selama tujuh dekade sejak 1945 lalu. Sulit untuk menelusuri sejarah lebih lanjut perihal kopi khas Bogor tersebut, sebab belum banyak media arus utama yang mengulasnya. Hanya satu yang pasti, produk Kopi Liong Bulan didirikan oleh warga Bogor Linardi Jap (1916-2004).

Meski dikenal sebagai kopi khas Bogor, ini juga sampai ke cangkir-cangkir penggemar kopi di Ibu Kota. Ada dua versi yang dijual, kopi tanpa gula dibungkus plastik warna coklat dan kopi dengan gula dibungkus dengan plastik warna biru. Harga yang ditawarkan juga sangat murah, hanya Rp 500 hingga Rp 1.000 rupiah per sachet.

Tertarik untuk mencobanya? Kopi Liong Bulan sangat mudah ditemukan di warung-warung kopi di Bogor, tak jarang kopi ini akan menjadi yang ditawarkan pertama oleh penjual. Namun bila malas berpergian ke Bogor, kini Kopi Liong Bulan juga sudah bisa dipesan secara online di media sosial atau di situs jual beli online lokal.

 

Tanamera Coffee Populerkan Biji Kopi Lokal ke Dunia

Saya akhirnya berkesempatan mengunjungi kedai kopi ternama di Jakarta, Tanamera Cofee. Bagi para penikmat kopi, nama kedai ini dikenal menggunakan 100% biji kopi lokal berkualitas dan sering memenangkan kompetisi kopi di tingkat internasional. Prestasi terakhir yang diraih Tanamera Coffee adalah menyabet medali emas di ajang Australian International Coffee Award (AICA) 2016 dengan biji kopi dari Gunung Malabar (Jawa Barat), Malabar Natural.

Ciri khas Tanamera Coffee memang ahli dalam menyajikan biji kopi lokal berkualitas. Jadi, Anda tidak perlu menanyakan apakah ada biji kopi yang di datangkan dari luar negeri. Mereka juga memiliki mesin roaster sendiri di Serpong, sehingga mampu menjaga kualitas biji kopi tanpa campur tangan perusahaan lain. Dengan tagline “Fresh Roast Artisant” mereka konsisten menyajikan biji kopi segar kepada konsumen.

Kedai kopi Tanamera memiliki beberapa cabang, dan yang saya kunjungi saat ini berada di Thamrin City Office Park, Jakarta Pusat. Berdiri diantara gedung perkantoran yang menjulang, kedai kopi ini tampil minimalis dengan pintu kaca dan jeruji besi di belakangnya. Bila sore tiba, di depan kedai kopi akan dipasang payung lebar untuk pengunjung yang menginginkan suasana outdoor.

Sedangkan untuk bagian indoor, pengunjung akan disambut aroma kopi saat memasuki ruangan. Pasalnya meja barista meracik kopi sangat dekat dengan pintu masuk. Selain itu kita bisa melihat langsung proses pembuatan kopi dari dekat, bagaimana mereka menyeduh kopi atau membuat latte art. Sedangkan di belakang barista berjejer rapi kantong-kantong biji kopi berwarna merah yang terbuat dari kertas.

Bagian Depan Tanamera Coffee (Thamrin) | Foto: Lastboy Tahara .S

Bagian Depan Tanamera Coffee (Thamrin) | Foto: Lastboy Tahara .S

Di sana saya memesan secangkir Cafe latte dan menu Wraps: Tuna Mayo. Untuk menu kopi, sebenarnya paling pas bila memesan single origin lokal seperti Malabar Natural, Rasuna Natural, Papua Wamena, Mandheling, dan yang lainnya. Single origin yang paling dicari di Tanamera adalah Rasuna Natural. Sedangkan yang paling susah dicari adalah Papua Wamena, karena lokasi produksi yang jauh dan sedikitnya penyuplai kopi di Papua. Informasi tersebut saya dapat dari karyawan logistik Tanamera Coffee (Thamrin), Septian Hadi.

Cafe Latte dari Tanamera Coffee | Foto: Lastboy Tahara .S

Cafe Latte dari Tanamera Coffee | Foto: Lastboy Tahara .S

Wraps Tuna Mayo dari Tanamera Coffee | Foto: Lastboy Tahara .S

Wraps Tuna Mayo dari Tanamera Coffee | Foto: Lastboy Tahara .S

Berbicara tentang kopi Papua Wamena membuat saya teringat dengan artikel Nurullah di Kompasiana yang berjudul “Kopi Emas dari Tanah Papua”. Di artikel tersebut ia membahas kopi Mungme Gold dari Papua yang mahal dan sulit ditemukan di luar Papua. Hal itu karena pengangkutan biji kopi dari petani ke koperasi harus menggunakan Helikopter. Biaya sewa Helikopter yang mencapai jutaan rupiah itu lah yang menyebabkan harga biji kopi ikut naik. Selain itu biji kopi juga hanya dijual di kawasan Mimika, sebab para petani kopi belum sanggup untuk memproduksinya dalam jumlah besar.

Bisa menikmati biji kopi Papua di Tanamera, saya rasa adalah hal yang luar biasa, karena kita tidak perlu repot jauh-jauh ke Papua untuk mendapatkannya. Mungkin bila saya berkunjung ke sana lagi, saya akan memesan manual brew Papua Wamena. Semoga makin banyak kedai kopi yang bangga menggunakan biji kopi lokal seperti Tanamera Coffee, supaya biji kopi lokal dikenal luas oleh masyarakat dunia.

Kira-kira biji kopi lokal apa lagi yang akan diangkat Tanamera? Kita tunggu saja.

One Fifteenth Coffee, Kedai Kopi Ternama di Jakarta

One Fifteenth Coffee merupakan salah satu kedai kopi ternama di Jakarta Selatan. Berdiri sejak Juni 2012 dengan konsep speciality coffee pertama di Jakarta, One Fifteenth Coffee masih eksis hingga sekarang. Prestasi tersebut dapat diraih karena Barista mereka mampu menjaga konsistensi rasa kopi dengan kualitas terbaik. Barista One Fifteenth Coffee terkenal dengan reputasinya yang baik, mereka dilatih terlebih dahulu selama beberapa bulan untuk memperoleh lisensi.

Barista One Fifteenth Coffee sedang melayani pelanggan (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Barista One Fifteenth Coffee sedang melayani pelanggan (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Daftar menu kopi yang mereka miliki juga unik, tidak hanya menuliskan nama kopi dan harganya, mereka juga menuliskan takaran yang terkandung di dalamnya. Misalnya untuk menu Mocha mereka menulisnya 1/15 kopi, 2/5 susu, 1/5 kopi dan 1/5 gula. Selain itu ada pula kopi yang disajikan menurut kategori seperti Filter Bar, Cold Drip, dan Tasting Flight.

Kopi di One Fifteenth Coffee memiliki rasa yang berbeda dengan kedai kopi lain di Indonesia. Dengan biji kopi pilihan dan tangan handal Barista mereka, Anda akan menemukan rasa kopi yang sesungguhnya. Misalnya bila Anda mencoba menu kopi tanpa gula, Anda akan menemukan rasa yang mirip buah atau asam.

Caffe' Latte, menu kopi dengan 1/5 kopi, 3/5 susu, dan 1/5 gula (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Caffe’ Latte, menu kopi dengan 1/5 kopi, 3/5 susu, dan 1/5 gula (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Selain kopi ada pula makanan ringan untuk teman ngopi seperti French Toast, Granola, Canele, Tekwan, dan yang lainnya. Sedangkan untuk makanan berat One Fiftenth Coffee lebih mengarah ke menu western seperti Poached Eggs, Scrambled Eggs, Bacon Burger, Pulled Beef Sandwich, dan yang lainnya. Menu makanan di One Fifteenth Coffee juga diawasi oleh Chef Arnold Poernomo, Chef yang pernah menjadi juri ajang pencarian pencarian bakat memasak di salah satu tv swasta.

Bacon Burger, salah satu menu makanan favorit di One Fifteenth Coffee (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Bacon Burger, salah satu menu makanan favorit di One Fifteenth Coffee (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Dari sisi dekorasi One Fifteenth Coffee tampil dengan desain minimalist dan kental dengan nuansa kayu. Area di dalamnya juga luas, ada beberapa meja kecil untuk 2 orang dan meja panjang yang bisa menampung hingga 5 orang. Di depan meja bar One Fifteenth Coffee juga terdapat beberapa biji kopi yang dibungkus apik dan dijual untuk pengunjung.

Biji kopi yang dibungkus rapi untuk dijual (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Biji kopi yang dibungkus rapi untuk dijual (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Untuk atmosfir di ruangannya, One Fifteenth Coffee tidak memutarkan musik untuk menghibur pengunjungnya. Hal ini lah yang membuat kedai kopi ini banyak dikunjungi orang-orang yang menikmati kopi sambil mengerjakan sesuatu. Suasana yang tidak terlalu gaduh oleh musik sangat disukai oleh mereka yang ingin berkonsentrasi.

Jejeran Meja Kayu di One Fifteenth Coffee (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Jejeran meja kayu di One Fifteenth Coffee (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Diskusi sambil menikmati kopi (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Diskusi sambil menikmati kopi (Foto: Lastboy Tahara Sinaga)

Bagi Anda yang ingin mengunjungi One Fifteenth Coffee langsung saja ke Jalan Gandaria 1/63, Jakarta Selatan. Kedai kopi ini buka mulai dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam. Selain di Jakarta, ada pula One Fifteenth Coffee Bali yang berada di Jalan Petitenget 51b, Potato Head Beach Club Complex, Seminyak, Bali.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén