Mencicipi Masakan Italia yang Autentik di Restoran Ocha & Bella

Pizza quattro formaggi yang memiliki empat rasa. Pizza seharga Rp 150 ribu ini merupakan salah satu menu pizza andalan restoran Ocha & Bella. (Foto: Lastboy Tahara S)

Masakan Italia sangat mudah ditemui di berbagai belahan dunia. Ini karena masakan Italia merupakan hasil pengaruh kuliner-kuliner Barat dan Timur Tengah seperti Yunani dan Arab. Sehingga rasa masakannya dapat dinikmati oleh masyarakat di belahan dunia barat dan timur.

Restoran Ocha & Bella di Jalan Wahid Hasyim adalah salah satu restoran Italia yang cukup dikenal di Jakarta. Mereka mampu menyajikan berbagai masakan Italia dengan rasa yang mendekati autentik atau mirip dengan masakan rumahan orang Italia asli. Continue reading

Kue Pancong, Kudapan yang Gurih dan Mengenyangkan

Kue Pancong, kue tradisional yang menggunakan bahan baku utama santan dan garam. Rasanya gurih dan memiliki tekstur lembut di dalamnya. (Foto: Lastboy Tahara S)

Kue Pancong adalah kudapan favorit saya di pagi hari, karena porsinya yang kecil namun cukup mengenyangkan dan nikmat. Kue ini berbentuk setengah lingkaran dan berwarna kecoklatan. Terbuat dari santan dan menggunakan garam, rasanya amat gurih. Kue tradisional ini dapat dengan mudah ditemui di pulau Jawa. Konon kue pancong berasal dari Jakarta. Di beberapa daerah kue ini memiliki nama yang beragam, misalnya di Bandung disebut dengan bandros dan di Jawa Tengah disebut kue rangin.

Saat ini penjual kue pancong tradisional makin sulit ditemui karena tergeser dengan kudapan yang lebih modern. Dulu masih banyak penjual pancong berkeliling sambil berjalan kaki dan memanggul loyang, mereka hanya berhenti untuk memasak pancong bila ada yang memesan. Meski kian tergeser dari jalanan, kue pancong masih tetap eksis, sebab beberapa restaurant sudah mengadopsinya sebagai dessert. Bahkan di Jakarta, kue ini sudah dimodifikasi dalam bentuk yang lebih modern, misalnya dipadukan dengan es krim, karamel, selai, dan yang lainnya.

Meski kini memiliki banyak varian, saya tetap menyukai versi original alias tanpa dipadukan topping apapun. Bagian dalamnya masih berwarna putih dengan kulit berwarna kecoklatan. Bila baru matang, rasanya akan terasa sedikit krispi dan lembut di bagian dalam. Dari segi rasa, versi original didominasi rasa kelapa yang gurih. Bisa juga ditaburi sedikit gula pasir jika dirasa terlalu asin.

Untuk menikmati kue pancong original harganya masih sangat murah. Para penjaja tradisional biasanya masih menjual Rp 10.000 untuk satu porsi. Namun bila sudah masuk rumah makan modern atau restaurant, harganya akan sedikit lebih mahal, terlebih lagi bila menggunakan topping. Misalnya satu porsi kue pancong dengan taburan messes coklat, biasanya dihargai Rp 20.000 atau dengan es krim bisa mencapai Rp 30.000.

Bakmi Amoy, Kuliner Khas Tionghoa yang Populer di Glodok

Akhir Januari lalu saya mengunjungi kawasan Petak Sembilan yang terletak di Glodok, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai Pecinan atau pemukiman etnis Tionghoa di Jakarta. Tak jarang kita akan menemukan beragam kuliner khas Tionghoa, mulai dari kue keranjang, berbagai macam bakmi, nasi hainam, dan yang lainnya. Kebetulan posisi saya saat itu berada di gang sempit yang terkenal dengan jejeran kuliner khas Tionghoa, Gang Gloria. Di sana terdapat warung bakmi populer bernama Bakmi Amoy.

Warung Bakmi Amoy di Gang Gloria, Glodok (Foto: Lastboy Tahara)

Sebenarnya nama warung ini hanya Amoy saja, bisa dilihat di papan yang mereka pasang dan tulisan di etalase menu mereka. Tapi orang terbiasa menyebutnya sebagai Bakmi Amoy, mungkin karena menu andalan mereka adalah Bakmi. Di sini mereka menyajikan Bakmi Ayam, Kwetiau Bakso, Bakso Goreng, Bihun Pangsit, Nasi Goreng, Nasi Campur, Nasi Hainam, Nasi Tim-Swi Kiau, dan Pangsit Goreng.

Setelah menentukan pesananan, saya harus susah payah mencari bangku kosong. Di sini tempatnya tidak terlalu lengang. Terletak di gang sempit dan ramai pelanggan, membuat banyak orang antri sambil berdiri.

Saya akhirnya menumpang di warung kosong sebelah yang sedang tutup dan meminjam bangku. Saya pikir bakal ditegur, ternyata di sini juga sudah biasa untuk menumpang di warung yang tutup. Pelanggan lain pun juga dituntun oleh pelayan mereka untuk mencari bangku-bangku kosong di warung kosong terdekat.

Suasana Warung Bakmi Amoy di Gang Gloria (Foto: Lastboy Tahara)

Setelah mendapatkan bangku, tak lama kemudian pesanan saya datang. Saat itu saya memesan satu porsi Bakmi, Bakso Goreng, dan Nasi Campur. Satu porsi Bakmi Amoy terdiri dari potongan daging yang gurih, sayur sawi, dan semangkuk kecil kuah sup segar yang tidak terlalu asin.

Bakmi Amoy paling enak bila dipadukan dengan bakso goreng yang tebal dan gurih, apa lagi kalau bakso masih tersaji hangat. Bagi yang suka pedas, bisa ditambahkan sambal agar terasa lebih menggigit. Satu porsi Bakmi harganya kira-kira Rp 25.000.

Satu porsi Bakmi Amoy (Foto: Lastboy Tahara)
Satu porsi Nasi Campur (Foto: Lastboy Tahara)

Sedangkan untuk satu porsi Nasi Campur Amoy terdiri dari potongan babi merah, potongan babi panggang, dan satu tusuk sate. Daging yang mereka sajikan sangat empuk dan juicy. Lemak dagingnya juga pas, sehingga sangat nikmat di setiap gigitan. Dan yang paling bikin nambah adalah aroma dagingnya yang harum. Satu porsi Nasi Campur harganya kira-kira Rp 35.000.

Untuk soal rasa, sebenarnya semua kuliner di Gang Gloria memang patut diacungi jempol, bukan hanya warung Amoy. Karena kuliner khas Tionghoa di sana otentik dan biasanya diolah langsung oleh pemiliknya. Namun, menurut saya, yang membuat banyak orang berkunjung adalah sensasi menikmati kuliner di gang kecil. Berbaur dengan pengunjung lain dan berbagi meja. Di sini semua orang bisa setara untuk menikmati kuliner istimewa yang tidak ada di restaurant mewah.

Penasaran ingin mencoba? Langsung saja ke Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat.