Selain dikenal sebagai surga kuliner, Bandung juga memiliki pesona alam berupa perbukitan hijau. Bahkan beberapa tempat ada yang menyajikan keduanya, sajian kuliner lezat dan panorama alam.

Salah satu yang populer adalah Kafe D’Pakar yang terletak di wilayah Dago Pakar, tepatnya di Desa Ciburial (Google Maps). Kafe ini memiliki area taman hijau dengan sajian utama berupa panorama bukit dan jejeran pohon pinus.

Saat pertama kali ke sana, saya sempat heran karena disambut oleh pegawai kafe yang berada di loket. Baru ini saya masuk kafe harus melalui loket. Setelah dilihat, ternyata loket tersebut untuk pembayaran voucher makanan.

Jadi setiap pengunjung yang ingin masuk ke Kafe D’Pakar, harus melakukan pembayaran voucher minimal Rp 25.000. Selain bisa ditukarkan dengan makanan, voucher ini juga bisa digunakan untuk sekadar tiket masuk.

Untuk menu yang disajikan Kafe D’Pakar, ada beragam makanan lezat yang bisa dipilih. Diantaranya berupa aneka camilan, mi, nasi goreng, nasi ayam, bistik ayam, soto, dan tutug oncom. Sedangkan untuk minuman berupa kopi, teh, sekoteng, dan soda.

Namun rasanya agak kurang bila menikmati sajian lezat Kafe D’Pakar, kita melewatkan suguhan panorama alamnya yang indah. Untuk itu saya kemudian bergerak menjauhi bangunan pendopo dan turun ke bawah mendekati area taman terbuka.

Di area ini terdapat bangku-bangku kayu yang ditata dengan apik. Tekstur taman yang berundak-undak, membuat area taman terbagi menjadi 3 level. Masing-masing memiliki sudut pandang keindahan alam yang berbeda.

Untuk area pertama yang tidak jauh dari pendopo, di sini tersedia bangku-bangku kayu dengan meja panjang. Kelebihan dari area ini adalah memiliki posisi paling tinggi, sehingga dapat menikmati pemandangan bukit secara keseluruhan.

Bangku kayu yang ditata menghadap perbukitan di Kafe D'Pakar.
Bangku kayu yang ditata dengan apik dan menghadap perbukitan di Kafe D’Pakar. (Foto: www.lastboytahara.com)

Kemudian untuk area kedua, bangku yang disediakan amat unik, menyerupai kapal layar kecil yang terbuat dari kayu. Bangku pada masing-masing kapal hanya dapat memuat 2 orang saja.

Meski unik, pemandangan bukit pada area kedua ini kurang maksimal karena berada di posisi paling kiri. Namun dengan dikelilingi pepohonan hijau, area ini menawarkan suasana teduh dan alami.

Bangku kayu unik berbentuk kapal layar kecil. (Foto: www.lastboytahara.com)
Bangku berbentuk kapal layar ini juga ditata menghadap perbukitan. Masing-masing kapal hanya muat untuk 2 orang. (Foto: www.lastboytahara.com)

Area paling akhir adalah area yang paling disukai oleh pengunjung. Berada di posisi paling bawah, area ini berupa taman luas dengan satu bangku panjang. Pengunjung biasanya menggunakan area ini untuk swafoto daripada nongkrong.

Setelah melihat-lihat sejenak, saya kemudian memilih untuk duduk di bangku area pertama saja, yang agak ke kiri. Lalu ambil posisi paling asyik yang menghadap perbukitan hijau dan jejeran pohon pinus.

Menu di Kafe D'Pakar
Menu yang disajikan panas seperti roti bakar, mie rebus, dan cireng bisa jadi pilihan untuk teman nongkrong di Kafe D’Pakar. (Foto: www.lastboytahara.com)

Menikmati keindahan alam sambil menyantap beberapa sajian lezat dari Kafe D’Pakar, membuat pengalaman nongkrong kali ini menjadi menyenangkan. Terlebih lagi bila ditemani secangkir kopi susu panas, tubuh menjadi hangat di tengah hawa dingin Dago Pakar.

Tertarik untuk nongkrong di Kafe D’Pakar juga? Kafe ini buka pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB pada hari Selasa hingga Jumat. Sementara hari Sabtu dan Minggu buka pukul 9.00 WIB hingga 18.00 WIB. 

One thought on “Asyiknya Nongkrong sambil Memandang Perbukitan di Kafe D’Pakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *