Logo Apple Inc pada laptop (Foto: www.pixabay.com)

Secara sederhana logo merupakan suatu gambar atau sketsa yang mewakili karakter suatu lembaga/perusahaan /organisasi. Logo yang kuat dapat membuat audience mengenali sebuah brand hanya dengan melihat bentuk logonya, tanpa menuliskan atau mengucapkan satu kata pun.

Contoh brand yang memiliki logo yang kuat adalah Nike dengan tanda centang atau McDonald’s dengan tanda “M” khas mereka yang melengkung. Ketika melihat sepatu dengan logo centang khas Nike, tanpa sadar Anda langsung berucap, “Wah sepatunya pakai Nike”. Padahal nama Nike di sepatu cukup tersembunyi. Kenapa bisa terjadi? Karena logo tersebut unik, original, dan mudah dikenali.

Logo berbentuk centang pada sepatu Nike (Foto: www.pixabay.com)
Logo McDonald’s terletak di posisi paling atas (Foto: www.pixabay.com)

Sepertinya membuat logo terlihat mudah, cukup dengan membuat gambar yang khas atau unik agar orang dapat dengan mudah mengenali logo tersebut. Cara itu memang tidak salah, tapi membuat logo dengan “pesan” yang tepat untuk sebuah bisnis memerlukan sebuah proses dengan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Logo yang baik harus mudah diingat untuk alasan yang tepat dan mewakili citra brand.

Sebagai langkah awal membuat logo yang efektif, Anda bisa memulai dengan karakteristik pertama dalam membuat logo, yaitu simpel. Contoh logo yang simple adalah Nike Swoosh dengan tanda “centang” atau logo perusahaan Apple Inc yang berbentuk apel setengah digigit. Kedua logo perusahaan tersebut sangat simpel dan mudah dikenali.

Kemudian coba lah untuk membuat logo yang mudah diingat. Syaratnya hampir sama, yaitu simpel, jelas, dan orisinal. Contoh logo dengan karakter tersebut adalah Mitsubishi dengan tiga berlian. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, ketika melihat logo tersebut di papan iklan dan tanpa ada yang menyebutkan namanya, Anda pasti langsung tahu kalau itu milik Mitsubishi bukan?

Meskipun simpel dan mudah diingat, logo Mitsubishi sebenarnya memiliki sejarah yang panjang. Bentuk tiga berlian tersebut sebenarnya merupakan gabungan tiga pucuk daun dari Klan Tosa dan pucuk tiga berlian dari keluarga Iwasaki. Dari sini terlihat bahwa logo Mitsubishi bukan sekedar gambar yang mudah diingat, namun ada makna di dalamnya.

Logo Mitsubishi (Foto: www.logodesignlove.com)

Untuk membuat logo yang bermakna, Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu. Untuk tahap pertama, Anda perlu memahami industri yang sedang Anda jalani. Kemudian gunakan pertanyaan sederhana seperti,  bagaimana sejarah industri Anda? Siapa pesaingnya? Logo seperti apa yang pernah dipakai sebelumnya? Seperti apa trend logo saat ini? Dan pertanyaan lain yang bisa Anda kembangkan sendiri. Sebuah riset dapat memandu Anda dalam merancang logo dan filosofinya.

Tahap berikutnya jangan sepelekan pemilihan warna. Kita bisa saja menggunakan warna yang sedang tren tahun ini, namun yang perlu diingat apakah warna tersebut sudah mewakili logo Anda? Sebab dalam dunia design, setiap warna memiliki makna dan emosi yang berbeda.

Sebelum memilih warna yang cocok, cobalah untuk mempelajari psikologi warna agar dapat membantu Anda merancang logo yang sesuai dengan audience Anda. Misalnya warna biru yang memiliki makna bijaksana, tenang, kepercayaan, dan yang lainnya.

Setelah itu jangan lupa perhatikan pemilihan jenis huruf bila logo Anda menggunakan kata. Sebab tidak menutup kemungkinan Anda menjadikan nama perusahaan atau brand dengan jenis huruf yang unik sebagai logo. Coca-cola dan Disney adalah dua contoh sederhana dari perusahaan yang menggunakan font-font kreatif dalam logo mereka.

Sama seperti halnya dalam pemilihan warna, Anda juga perlu mengetahui karakteristik font yang akan Anda gunakan ketika membuat logo. Misalnya font Serif yang tambahan khusus berbentuk kait pada terminal (bagian ujung stroke), memiliki karakteristik tradisional, serius, reliable, corporate, dan respectable.

Font Serif (Gambar: www.vandelaydesign.com)

Terakhir, jangan pernah lupa bahwa logo pada dasarnya adalah “wajah brand Anda” dan ingin Anda tonjolkan. Bila dalam perencanaan design logo ditemukan bentuk-bentuk yang familiar dengan bentuk logo lain, usahakan dihindari dan jangan dipaksakan untuk digunakan. Untuk menghindari klise dengan logo lain, Anda bisa menggunakan trik dengan mengubah jenis huruf, warna dengan titik, lengkungan, atau huruf yang saling tumpang tindih. Manfaatkan segala kreatifitas Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *